Kontingen Indonesia berhasil melampaui target medali di ASEAN Para Games 2025, sekaligus menempatkan diri di papan atas klasemen akhir.
Tim Merah Putih, di bawah komando CdM Reda Manthovani, menduduki peringkat kedua dengan total 392 medali. Rinciannya adalah 135 emas, 143 perak, dan 114 perunggu. Perolehan ini jauh melampaui target awal yang ditetapkan, yaitu 82 emas, 77 perak, dan 77 perunggu.
Reda Manthovani, yang juga menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung RI, mengapresiasi performa atlet. Ia menilai para atlet menunjukkan konsistensi, disiplin, dan semangat juang tinggi selama kompetisi. "Terima kasih telah mengharumkan nama Indonesia di panggung Asia Tenggara. Selamat atas perjuanganmu, para patriot bangsa. Kalian adalah inspirasi," ujar Reda Manthovani.
Menurut Reda, keberhasilan ini mencerminkan kualitas perjuangan atlet dalam setiap pertandingan. "Prestasi ini melampaui target yang kami tetapkan. Ini adalah bukti atlet disabilitas Indonesia memiliki kualitas, dedikasi, dan daya saing yang setara. Mereka bukan hanya berjuang untuk medali, tetapi juga membawa pesan penting tentang kesetaraan dalam pembangunan bangsa," ujar Reda Manthovani.
Reda menilai torehan kontingen Indonesia sejalan dengan Program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya kesetaraan penyandang disabilitas sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang unggul, inklusif, dan berkeadilan. Ia menekankan bahwa prestasi ini menjadi bukti konkret kemajuan pembinaan olahraga disabilitas nasional.
Beberapa cabang olahraga menjadi tulang punggung perolehan medali Indonesia. Para Atletik mencatat pencapaian impresif dengan 44 medali emas, melampaui target 25 emas. Para Renang juga mendominasi dengan 29 emas dari target semula delapan emas. Para Badminton menyumbang 12 emas, melampaui target lima emas, dan menempati posisi ketiga sebagai penyumbang emas terbanyak. Para Judo menyapu bersih seluruh nomor pertandingan dengan tujuh medali emas.
Selain itu, Para Angkat Berat meraih sembilan emas dan empat perak, serta Para Panahan meraih lima emas, dua perak, dan tiga perunggu, sekaligus keluar sebagai juara umum di ASEAN Para Games 2025.
Prestasi Individu dan Rekor
Reda Manthovani menyoroti penampilan gemilang sejumlah atlet. Jendi Pangabean dari Para Renang meraih tujuh medali emas, menjadikannya peraih emas terbanyak. Siti Aisyah, atlet termuda (15 tahun), meraih dua emas, satu perak, dan tiga perunggu, serta mencatatkan dua rekor ASEAN Para Games.
Secara keseluruhan, atlet-atlet Indonesia menorehkan 25 rekor ASEAN Para Games dari berbagai cabang olahraga. Hellin Wardina dari Para Atletik bahkan memecahkan satu rekor Asia.
Setelah keberhasilan ini, CdM berkomitmen untuk terus mendukung persiapan atlet menuju Asian Para Games 2026 di Nagoya, Jepang. Reda berharap hasil ini dapat meningkatkan perhatian dan dukungan semua pihak terhadap olahraga penyandang disabilitas di Indonesia.