Infrastruktur di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dilaporkan tetap aman setelah dilanda gempa berkekuatan magnitudo 7,6. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo, seperti dikutip dari Detik Finance, Kamis (2/4/2026).
Dody menjelaskan bahwa kondisi jalan raya di wilayah Minahasa Utara dan Bitung tidak mengalami kerusakan signifikan. Selain itu, jembatan-jembatan di kedua daerah tersebut juga tidak ada yang terputus. Namun, sejumlah gedung Kementerian PU di Maluku Utara yang turut merasakan dampak gempa mengalami kerusakan pada bagian kaca.
“Untuk Minahasa Utara dan Bitung, jalan-jalan dan jembatan masih aman. Memang di kantor kami di Maluku Utara semua kaca pecah,” ujar Dody di Kementerian PU Jakarta Selatan.
Sebagai respons atas kerusakan tersebut, staf di Balai Jalan Nasional Maluku Utara saat ini menerapkan sistem bekerja dari rumah (work from home). Mereka juga terus memantau arahan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Di sisi lain, dampak gempa juga dirasakan di wilayah Gorontalo. Beberapa ruas jalan di provinsi tersebut mengalami kerusakan dan longsor. Pemerintah sedang berkoordinasi intensif dengan BMKG, BPBD, dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) untuk mempercepat penanganan di lokasi terdampak.
“Untuk yang di Gorontalo, sementara waktu memang ada beberapa ruas jalan yang terkena masalah dan ada beberapa longsor. Kita sedang koordinasi dengan BPPD dan BMKG dan Basarnas,” terang Dody.
Apabila ditemukan kerusakan yang lebih serius, seperti jembatan yang terputus, Kementerian PU siap mengambil langkah darurat. Rencananya, jembatan sementara akan dibangun untuk memastikan kelancaran arus logistik dan pergerakan masyarakat tidak terhambat.
Penanganan darurat ini menjadi prioritas utama. Sementara itu, pembangunan infrastruktur permanen akan dilaksanakan setelah kondisi di lokasi terdampak dinilai benar-benar aman dan stabil. Hal ini bertujuan untuk memastikan dukungan terhadap mobilitas manusia serta logistik tetap berjalan.
Gempa bumi dengan magnitudo 7,6 tersebut terjadi pada pukul 05.48 WIB di koordinat 1,25 derajat Lintang Utara (LU) dan 126,27 derajat Bujur Timur (BT). Pusat gempa berada di laut, berjarak 129 km arah tenggara Bitung, dengan kedalaman 33 km. Setidaknya tiga provinsi merasakan dampak gempa ini, yaitu Maluku Utara, Sulawesi Utara, dan Gorontalo.