Inter Milan berhasil mengamankan tiket final Coppa Italia 2026 setelah menundukkan Como 1907 dengan skor 3-2 pada pertandingan leg kedua semifinal di Stadion San Siro, Rabu (22/4/2026) dini hari WIB. Hasil ini membuat Como harus tersingkir karena kalah agregat 2-3 setelah sebelumnya bermain imbang tanpa gol pada leg pertama.
Dilansir dari Bola, Como sebenarnya sempat memimpin kedudukan dengan skor 2-0 terlebih dahulu sebelum tim tuan rumah melakukan pembalikan keadaan. Kegagalan mempertahankan keunggulan ini memupus harapan klub milik pengusaha Indonesia tersebut untuk mengulangi prestasi terbaik mereka mencapai semifinal pada tahun 1986 silam.
Kekalahan ini menjadi sorotan karena Como sempat mendominasi jalannya laga di awal babak. Namun, Inter Milan yang memiliki pengalaman lebih matang mampu mencetak tiga gol balasan setelah momentum pertandingan berubah akibat gol pertama mereka yang memperkecil kedudukan menjadi 2-1.
Pelatih Como 1907, Cesc Fabregas, mengakui adanya perbedaan level antara skuadnya dengan Inter Milan yang merupakan finalis Liga Champions musim lalu. Ia menyoroti kegagalan timnya dalam memanfaatkan peluang emas saat situasi satu lawan satu yang seharusnya bisa membawa timnya unggul 3-1.
"Pertandingan berubah setelah gol menjadi 2-1, tetapi sebelum itu kami punya peluang melalui Diao untuk unggul 3-1 saat situasi satu lawan satu, dan itu bisa saja mengubah arah pertandingan," kata Cesc Fabregas, Pelatih Como 1907 kepada Sport Mediaset.
Fabregas juga menegaskan bahwa anak asuhnya telah menunjukkan perkembangan signifikan meskipun baru promosi ke Serie A dalam beberapa tahun terakhir. Ia mencatat bahwa timnya hampir mengalahkan Inter dua kali dalam beberapa pekan terakhir, sebuah pencapaian positif bagi klub yang sempat bangkrut pada 2017.
Kekurangan pengalaman di area kotak penalti dan absennya beberapa pemain pilar seperti Vojvoda disebut sebagai faktor penghambat performa Como. Selain itu, keterbatasan durasi bermain Diao yang hanya bisa tampil selama 20 menit turut membatasi opsi strategi Fabregas di lini depan.
Como 1907 tercatat sebagai salah satu dari sedikit tim di Eropa yang konsisten menurunkan pemain di bawah usia 23 tahun. Pasca kekalahan ini, Fabregas menyatakan fokus tim akan beralih sepenuhnya untuk memperbaiki aspek mental dan efektivitas pemain muda mereka di kompetisi domestik.