Masa depan Marcus Rashford menjadi perbincangan setelah seorang mantan staf Manchester United (MU) mengungkapkan ketidakbahagiaan sang pemain sebelum kepindahannya ke Barcelona.
Rod Thornley, yang bekerja sebagai masseur tim utama MU selama 18 tahun, menyoroti perubahan sikap Rashford di balik layar Old Trafford. Thornley, yang bekerja dari tahun 2001 hingga 2019, menyaksikan langsung perkembangan Rashford.
Menurut Thornley, Rashford tidak lagi menunjukkan keceriaan seperti saat awal kemunculannya. "Dia menjadi tidak bahagia. Dia menjadi pribadi yang berbeda," kata Thornley dalam The Busby Way Podcast, seperti dikutip dari Sportbible, Senin (16/2/2026).
Thornley menambahkan bahwa sikap murung Rashford di klub kontras dengan keadaannya di luar lapangan. Ia menilai ketidakbahagiaan tersebut memengaruhi penampilannya di lapangan.
Rashford sendiri memulai debutnya dengan gemilang pada Februari 2016 dan segera menjadi pemain inti. Ia mencatatkan lebih dari 400 penampilan untuk MU.
Namun, perselisihan dengan pelatih Ruben Amorim membuatnya dipinjamkan ke Barcelona pada musim panas 2025. Amorim berulang kali menyatakan bahwa keputusan untuk tidak memainkan Rashford didasarkan pada performanya dalam latihan dan sikap sehari-hari.
Sejak bergabung dengan Barcelona, Rashford telah mencetak 10 gol dan 13 assist dalam 34 pertandingan. Ia dikabarkan bahagia dengan kehidupan barunya di Catalonia dan fokus pada masa depannya di sana.
Sementara itu, Manchester United tengah menyiapkan sejumlah target transfer, termasuk Elliot Anderson dan Danny Welbeck, untuk memperkuat skuad di bawah arahan Michael Carrick jika ia ditunjuk sebagai manajer permanen.