Iran berpotensi menerima tindakan disipliner dari FIFA, termasuk larangan berpartisipasi dalam turnamen di masa depan, jika memutuskan untuk menarik diri dari Piala Dunia 2026.
Keraguan tentang partisipasi Iran muncul setelah pernyataan pesimistis dari Presiden Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI), Mehdi Taj. "Kami tidak bisa diharapkan menyambut Piala Dunia dengan penuh harapan," katanya.
Mundurnya suatu negara dari turnamen memiliki konsekuensi yang diatur oleh statuta FIFA. Setiap asosiasi anggota dilarang mengundurkan diri dari kompetisi yang telah mereka ikuti. Penolakan untuk tampil di Piala Dunia jarang terjadi di era modern.
Sejak pengundian grup diberlakukan, hanya Prancis dan India yang menarik diri dari Piala Dunia 1950 karena masalah biaya perjalanan.
FIFA memiliki mekanisme perlindungan dalam regulasi turnamennya. Tim yang mengundurkan diri sebelum turnamen dimulai akan dikenai denda antara 275.000 hingga 555.000 euro, tergantung waktu penarikan diri. Kasus ini juga akan dirujuk ke Komite Disiplin FIFA yang berwenang menjatuhkan sanksi olahraga.
Regulasi FIFA menyatakan bahwa asosiasi yang berpartisipasi dan mundur pada tahap mana pun dari Piala Dunia FIFA 2026 wajib mengembalikan seluruh dana yang diterima dari FIFA untuk persiapan tim nasional mereka, termasuk kontribusi terkait kompetisi.
Komite Disiplin FIFA dapat menjatuhkan sanksi tambahan, termasuk larangan mengikuti kompetisi FIFA di masa mendatang atau penggantian tempatnya oleh asosiasi lain.
Kiprah Iran di Piala Dunia
Iran telah enam kali tampil di Piala Dunia, termasuk edisi 2014, 2018, dan 2022. Pada edisi 2026, Iran tergabung di Grup G bersama Selandia Baru, Belgia, dan Mesir.
Jika lolos sebagai runner-up grup, Iran berpotensi menghadapi Amerika Serikat di babak gugur, asalkan kedua tim sama-sama finis di posisi kedua grup masing-masing.
Warga Iran saat ini masih dilarang memasuki Amerika Serikat, tetapi aturan tersebut memberikan pengecualian bagi atlet yang terlibat dalam Piala Dunia FIFA 2026 maupun Olimpiade Los Angeles 2028.