Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, kembali memaparkan agenda Timnas Indonesia setelah tim nasional menyelesaikan keikutsertaannya dalam FIFA Series 2026. Ia menekankan bahwa perjalanan skuad Garuda di bawah arahan pelatih John Herdman masih membutuhkan konsistensi persiapan, seperti dilansir dari tvOnenews.
Timnas Indonesia baru saja menyelesaikan dua pertandingan di FIFA Series 2026 pada 27 dan 30 Maret lalu. Skuad Garuda mengawali kiprahnya dengan kemenangan telak 4-0 atas Saint Kitts and Nevis, sebelum akhirnya harus mengakui keunggulan Bulgaria dengan skor 0-1 pada partai final.
Meski tidak berhasil menjadi juara, performa tim asuhan John Herdman tetap menuai apresiasi. Penampilan Jay Idzes dan rekan-rekannya dinilai menunjukkan perkembangan positif dan organisasi permainan yang semakin solid.
Namun, di balik progres tersebut, persoalan klasik terkait lini depan yang kurang tajam masih menjadi pekerjaan rumah. Evaluasi menunjukkan sektor penyerangan masih menjadi titik lemah, dengan tim praktis hanya mengandalkan Ole Romeny sebagai ujung tombak utama. Opsi lain seperti Ramadhan Sananta dinilai belum mampu memberikan dampak signifikan di level internasional.
Kondisi ini mendorong PSSI untuk mencari solusi tambahan, termasuk mempertimbangkan proses naturalisasi pemain keturunan yang berkarier di luar negeri. Salah satu nama striker yang ramai diperbincangkan adalah Luke Vickery.
Penyerang berusia 20 tahun ini saat ini memperkuat Macarthur FC di kompetisi kasta teratas Australia, A-League. Performanya cukup menjanjikan, dengan catatan empat gol dan satu assist dalam 19 pertandingan. Vickery, dengan tinggi badan 183 cm, dinilai memiliki atribut lengkap sebagai striker modern yang cepat, kuat, piawai dalam duel udara, serta memiliki naluri mencetak gol yang menonjol.
Komunikasi dengan Pelatih Timnas Indonesia
Sinyal positif datang dari Luke Vickery sendiri. Melalui kanal YouTube Yussa Nugraha, Vickery mengungkapkan bahwa dirinya sudah menjalin komunikasi dengan pelatih Timnas Indonesia, John Herdman.
"Saya pasti akan terbuka untuk itu (membela Timnas Indonesia) dan tentunya sangat menarik berada di tim nasional. Bermain di depan puluhan ribu suporter Indonesia. Saya pikir itu akan menjadi pengalaman yang luar biasa. Saya pasti akan mempertimbangkannya," kata Luke Vickery.
Ia menambahkan, "Ya, saya sudah kontak dengannya. Kita sudah bicara beberapa kali dan saya suka visinya dengan Timnas Indonesia. Ya, itu akan sangat menarik."
Mimpi Besar Bersama Timnas Indonesia
Luke Vickery memahami ekspektasi besar yang menyertai namanya untuk menambah daya gedor lini depan Timnas Indonesia. Ia bertekad untuk tidak mengecewakan jika mendapatkan kesempatan membela Tim Merah Putih, termasuk membantu mewujudkan mimpi tampil di panggung dunia.
"Mungkin suatu hari nanti, jika saya datang dan mewakili Indonesia, saya akan senang dan ingin membantu masuk ke Piala Dunia pertama untuk Indonesia," pungkas Luke Vickery. Potensi Vickery diharapkan bisa menjadi solusi jangka panjang bagi lini serang Indonesia, sekaligus membuka asa menuju Piala Dunia FIFA 2030.
Agenda Ketat John Herdman di Tahun 2026
Timnas Indonesia sudah ditunggu agenda penting lainnya di kalender FIFA. FIFA Matchday Juni 2026 menjadi momen krusial berikutnya untuk melanjutkan proses pembentukan tim. Pada periode 1 hingga 9 Juni 2026, Skuad Garuda berpeluang melakoni dua pertandingan uji coba internasional.
"Tentu Coach John sendiri setelah dua pertandingan nanti Coach John harus mempersiapkan FIFA Matchday di bulan Juni," ujar Erick Thohir kepada awak media di Bali.
Setelah FIFA Matchday, fokus tim nasional akan bergeser ke kompetisi regional Piala AFF 2026, yang akan berlangsung mulai 24 Juli hingga 26 Agustus 2026. Indonesia memiliki catatan enam kali menjadi finalis tanpa trofi di turnamen ini, dan PSSI memasang target tinggi untuk meraih gelar perdana.
"Lalu juga yang ditunggu-tunggu yaitu pertandingan AFF di bulan Juli, Agustus," jelas Erick Thohir.
Tak hanya itu, agenda internasional Timnas Indonesia pada 2026 juga mencakup FIFA ASEAN Cup, turnamen baru gagasan Presiden FIFA Gianni Infantino. Ajang ini akan dilanjutkan di bulan September-Oktober.
Dengan jadwal padat ini, PSSI meminta dukungan penuh semua pihak kepada tim nasional. Erick Thohir juga menyinggung agenda besar lainnya di awal tahun berikutnya, yaitu Piala Asia yang tingkatannya lebih tinggi.