Jay Idzes sukses membuktikan kualitasnya sebagai salah satu rekrutan terbaik Sassuolo musim ini. Bek sekaligus kapten Timnas Indonesia tersebut menjelma menjadi pilar utama lini belakang menjelang pertandingan pamungkas Serie A musim 2025/2026.
Seperti dikutip dari Bola, Sassuolo yang berstatus sebagai tim promosi berhasil mengamankan posisi ke-11 di klasemen akhir. Hasil ini memastikan I Neroverdi tetap bertahan di kompetisi kasta tertinggi Italia untuk musim depan.
Sassuolo dijadwalkan melakoni laga penutup musim dengan bertandang ke markas Parma di Stadion Ennio Tardini pada Minggu (24/5/2026) malam. Pertandingan ini tidak lagi memengaruhi posisi Sassuolo di klasemen.
Sepanjang musim ini, Jay Idzes menjadi sosok yang tidak tergantikan di jantung pertahanan tim. Dari 37 laga yang sudah dijalani Sassuolo, pemain berusia 25 tahun itu tercatat hanya absen dalam tiga pertandingan.
Jay Idzes merasa keputusannya bergabung dengan klub asal Reggio Emilia itu sangat tepat. Kepercayaan penuh dari klub dibuktikannya dengan catatan penampilan sebagai starter dalam 16 pertandingan secara beruntun.
Proses adaptasi Jay Idzes berjalan sangat cepat sejak didatangkan dari Venezia pada bursa transfer musim panas tahun lalu. Setelah hanya absen pada pekan pertama, ia selalu dipercaya tampil sejak menit awal dalam 34 pertandingan berikutnya.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Fotmob, Jay Idzes telah mengumpulkan total 3.009 menit bermain. Ia juga mencatatkan nilai rating rata-rata sebesar 6,70 per pertandingan.
Performa impresif ini membuat manajemen klub bergerak cepat untuk memagari sang pemain. Manajemen Sassuolo dikabarkan berupaya keras mengamankan jasa bek asal Indonesia tersebut untuk jangka panjang.
"Bukan kebetulan bahwa klub berupaya untuk mengamankannya untuk masa depan. Idzes telah membuktikan dirinya lebih dari sekadar pemain inti, ia adalah figur kunci, pemimpin yang pendiam, dan salah satu bek terbaik dalam permainan bertahan Sassuolo," tulis laman Sassuolo News edisi Kamis (21/5/2026).
Dampak Absennya Jay Idzes di Lini Belakang
Sassuolo baru saja menelan dua kekalahan beruntun pada pekan ke-36 dari Torino dengan skor 1-2, dan pekan ke-37 dari Lecce dengan skor 2-3. Dalam dua laga tersebut, lini pertahanan Sassuolo tidak diperkuat oleh Jay Idzes.
Mantan pemain Venezia itu harus menepi akibat mengalami cedera pada bagian tumit. Cedera tersebut didapat saat Sassuolo menang 2-0 atas AC Milan pada pekan ke-35, yang membuatnya harus ditarik keluar pada menit ke-40.
Secara keseluruhan, saat Jay Idzes bermain, Sassuolo berhasil mengemas 14 kemenangan, tujuh hasil imbang, dan 13 kekalahan. Kinerja ini tergolong solid untuk tim yang baru saja promosi ke Serie A.
Gawang Sassuolo kebobolan sebanyak 42 kali dari seluruh penampilan Jay Idzes musim ini. Namun, kontribusi besar sang kapten Timnas Indonesia juga membantu tim mencatatkan delapan pertandingan tanpa kebobolan atau clean sheet.
Kondisi lini belakang Sassuolo terbukti rapuh tanpa kehadiran sang bek utama. Ketika Jay Idzes absen dalam tiga pertandingan musim ini, Sassuolo selalu menelan kekalahan dan kebobolan total enam gol.
Media lokal asal Emilia-Romagna, Sassuolo News, ikut menyoroti penurunan performa tim saat Jay Idzes absen. Secara statistik, ia terbukti menjadi salah satu pemain paling berpengaruh di dalam skuad.
"Jay Idzes bukan hanya salah satu bek tengah andalan Sassuolo. Secara statistik, Idzes menjadi salah satu pemain paling berpengaruh di seluruh skuad Neroverdi. Ketika pemain Indonesia ini berada di lapangan, Sassuolo kebobolan rata-rata 1,23 gol per pertandingan, dengan total 42 gol dalam 34 pertandingan," ulasan Sassuolo News.
"Tanpa dirinya, rata-rata kebobolan meningkat drastis menjadi 2,33 gol per pertandingan (7 gol kebobolan hanya dalam 3 pertandingan, 5 gol dalam dua pertandingan terakhir melawan Torino dan Lecce, dan 2 gol pada pertandingan pembuka melawan Napoli)," tandas media lokal yang berbasis di Emilia-Romagna tersebut.