Tim Nasional Indonesia saat ini diperkuat oleh sejumlah pemain yang memiliki latar belakang keluarga sepak bola. Beberapa di antaranya memiliki saudara kandung yang juga berstatus sebagai pesepak bola profesional. Menariknya, kiprah mereka beragam, ada yang lebih menonjol di Timnas, namun ada pula yang justru kalah mentereng dibandingkan saudaranya yang membela negara lain, seperti dilansir dari Bola.
Umumnya, para pemain yang berhasil menembus skuad Garuda meraih kesuksesan lebih tinggi dibandingkan kakak atau adik mereka. Pencapaian di level tim nasional seringkali menjadi puncak karier bagi banyak pesepak bola. Namun, fenomena unik juga terjadi di mana seorang pemain Timnas Indonesia memiliki kakak dengan prestasi yang lebih gemilang, bahkan bermain untuk tim nasional negara lain yang lebih prestisius.
Yakob Sayuri dan Yance Sayuri mencatatkan diri sebagai satu-satunya pasangan kembar yang pernah memperkuat Timnas Indonesia. Keduanya, yang berasal dari Kepulauan Yapen, Papua, masih aktif mendapat panggilan untuk bergabung dengan tim nasional.
Meski demikian, Yakob menunjukkan konsistensi yang lebih baik dalam bertahan di skuad utama dibandingkan Yance. Hal ini terlihat ketika Yance sempat dicoret dari daftar pemain saat pemusatan latihan di bawah arahan pelatih John Herdman menjelang pertandingan. Yakob tercatat telah tampil dalam 30 pertandingan dengan torehan tiga gol, sementara Yance baru empat kali bermain akibat berbagai kendala.
Selain Sayuri bersaudara, sebenarnya ada pasangan kembar lain di level tim nasional, yaitu Bagas Kaffa dan Bagus Kahfi. Namun, karier mereka di timnas masih terbatas pada kelompok usia junior.
Keluarga Reijnders: Dari Indonesia hingga Belanda
Pemain naturalisasi Persib Bandung, Eliano Reijnders, saat ini menjadi satu-satunya penggawa Timnas Indonesia yang kakaknya membela tim nasional negara lain. Kakaknya, Tijjani Reijnders, adalah punggawa penting bagi Timnas Belanda.
Bakat sepak bola mengalir dalam keluarga Reijnders, mengingat ayah mereka, Martin Reijnders, juga merupakan pesepak bola profesional yang berkarier di Belanda dan Finlandia. Namun, Tijjani menorehkan kiprah paling istimewa dengan 30 penampilan bersama Timnas Belanda.
Tijjani juga dikenal bermain untuk klub-klub top seperti AZ Alkmaar, AC Milan, dan kini Manchester City, sebuah pencapaian yang jauh lebih tinggi dibandingkan Eliano yang baru memulai petualangannya bersama Persib Bandung di Indonesia.
Dony Tri Pamungkas dan Jejak Sang Kakak
Dony Tri Pamungkas, pemain muda yang menarik perhatian di FIFA Series 2026 bersama Timnas Indonesia, memiliki kakak kandung, Joko Sasongko, yang juga berprofesi sebagai pesepak bola. Joko Sasongko, berasal dari Boyolali, pernah memperkuat klub-klub elite seperti Pelita Jaya dan Arema Cronus saat masih aktif.
Namun, Dony menunjukkan karier yang lebih cemerlang dibandingkan kakaknya. Sejak usia muda, Dony telah langganan memperkuat Timnas Indonesia di berbagai kelompok umur, mulai dari U-19, U-20, hingga U-23. Bahkan, sebelum bersinar di FIFA Series 2026, ia sudah pernah membela Timnas senior di Piala AFF 2024 ketika pelatih Shin Tae-yong membawa banyak pemain muda.
Sinar Terang Beckham Putra Nugraha
Beckham Putra Nugraha juga merupakan salah satu pemain Timnas Indonesia yang memiliki kakak kandung sesama pesepak bola, yaitu Gian Zola Nasrulloh. Keduanya merupakan produk binaan Persib Bandung, mengawali karier dari SSB POR UNI Bandung hingga akhirnya menembus Diklat Persib.
Meskipun Zola dan Beckham sama-sama menunjukkan bakat menonjol sejak muda, perjalanan karier Beckham diprediksi akan lebih terang. Gian Zola, selama membela Persib, seringkali dipinjamkan ke klub lain, meskipun pernah merasakan caps bersama tim nasional. Sebaliknya, Beckham sejak muda telah berhasil bersaing di Persib, dan yang terbaru, ia berhasil mencetak dua gol ke gawang St Kitts dan Nevis pada penampilan keenamnya bersama Timnas Indonesia.