Joan Laporta Kembali Pimpin Barcelona, Ini Tugas Pentingnya

Joan Laporta kembali menjabat sebagai presiden FC Barcelona. Renovasi Camp Nou hingga perkuat skuad jadi tugas penting.

Joan Laporta kembali memimpin FC Barcelona setelah memenangkan pemilihan presiden. Kemenangan ini menandakan kepuasan anggota klub atas kinerja Laporta selama ini.

Meski begitu, sejumlah pekerjaan besar menanti Laporta untuk menjaga stabilitas dan masa depan Barcelona, baik dari sisi finansial maupun prestasi di lapangan.

Salah satu proyek utama yang harus diselesaikan adalah renovasi Camp Nou.

Renovasi Camp Nou dimulai pada musim panas 2023. Awalnya, Laporta menargetkan stadion dapat digunakan kembali dengan kapasitas terbatas pada Desember 2024.

Namun, target ini mundur hampir satu tahun karena kendala pembangunan dengan perusahaan konstruksi Limak.

Saat ini, proyek ditargetkan selesai sepenuhnya pada 2027, lebih lambat satu tahun dari jadwal awal. Laporta diharapkan tidak membiarkan hambatan baru muncul karena stadion ini diharapkan menjadi sumber pemasukan besar bagi klub.

Memperkuat Skuad Hansi Flick

Barcelona adalah juara bertahan La Liga dan kandidat kuat juara UEFA Champions League. Namun, penggemar menilai masih ada kelemahan dalam skuad Hansi Flick.

Salah satu masalah utama adalah posisi penyerang tengah. Performa Robert Lewandowski yang menurun membuat klub perlu mencari pengganti jangka panjang.

Sejumlah nama dikaitkan dengan Barcelona, termasuk Erling Haaland dari Manchester City dan Julián Álvarez dari Atlético Madrid.

Selain itu, sektor bek tengah juga menjadi perhatian setelah kepergian Iñigo Martínez pada musim panas lalu yang mengganggu sistem taktik Flick.

Mengembalikan Aturan Keuangan 1:1 La Liga

Salah satu alasan dukungan besar untuk Laporta adalah kemampuannya memperbaiki kondisi finansial Barcelona.

Saat pertama menjabat, ia mewarisi kondisi keuangan yang buruk hingga Lionel Messi tidak dapat memperpanjang kontrak karena aturan finansial liga.

Meski membaik, Barcelona harus bekerja keras memenuhi aturan pengeluaran 1:1 La Liga. Aturan ini memungkinkan klub menghabiskan satu euro untuk setiap satu euro pemasukan.

Untuk mencapainya, Barcelona perlu meningkatkan pendapatan melalui penjualan pemain dan langkah bisnis di luar lapangan.

Menyiapkan Penghormatan untuk Lionel Messi

Laporta ingin memberikan penghormatan khusus kepada Lionel Messi di Barcelona.

Rencana ini mungkin baru bisa dilakukan setelah kontrak Messi bersama Inter Miami CF berakhir pada 2028.

Hubungan antara Laporta dan Messi sempat memburuk setelah Messi meninggalkan Barcelona pada 2021.

Penggemar Barcelona berharap Messi kembali ke Camp Nou dalam bentuk penghormatan besar, termasuk rencana pembangunan patung.

Menyelesaikan Masalah di Tim Putri Barcelona

Selain tim putra, Laporta juga harus memperhatikan tim putri Barcelona, FC Barcelona Femení.

Masalah finansial membuat sejumlah pemain penting tim putri harus meninggalkan klub pada musim panas 2025.

Padahal, tim tersebut dominan di sepak bola wanita Eropa dengan mencapai lima final Liga Champions beruntun.

Meski begitu, Barcelona Femení masih tampil impresif di kompetisi domestik dan diperkuat bintang seperti Aitana Bonmatí, Caroline Graham Hansen, dan Alexia Putellas.

Laporta dituntut memastikan tim putri tetap menjadi kekuatan utama di sepak bola wanita dunia dan tidak kehilangan status elite mereka akibat fokus klub pada tim putra.

Recommended