Legenda Chelsea, John Terry, menyampaikan kritik pedas terhadap mantan klubnya setelah mereka dibantai Paris Saint-Germain (PSG) di Liga Champions. Terry menyebut kekalahan tersebut sebagai hal yang tak dapat diterima.
Chelsea tersingkir dari Liga Champions dengan agregat 2-8 setelah takluk 0-3 di Stamford Bridge. Hasil ini menjadi pembalasan PSG atas kekalahan mereka di final Piala Dunia Antarklub 2025.
Sebelum laga, pelatih Chelsea, Liam Rosenior, sempat menyatakan optimisme untuk membalikkan keadaan meski tertinggal tiga gol. Namun, Chelsea justru kebobolan cepat dan PSG mengunci pertandingan dalam 16 menit pertama. Tim tamu, meski tak bermain habis-habisan, tetap menambah gol melalui Senny Mayulu.
Terry mengakui bahwa kesalahan di leg pertama turut berkontribusi pada kekalahan telak ini. Meski begitu, ia tetap menilai bahwa hasil akhir terlalu buruk untuk diterima.
"Sayangnya ini sudah berakhir. Yang membuat saya kecewa adalah saat kami tertinggal 2-3 di kandang PSG, padahal kami bermain baik, setidaknya selama 70 menit," kata Terry.
"Saya berpikir skor 3-2 itu cukup bagus untuk dibawa ke Stamford Bridge. Saya yakin kami bisa membalikkan keadaan melawan siapa pun, tapi kemudian kami kebobolan gol-gol di akhir yang membuat segalanya jadi sangat sulit."
Ia mengaku frustrasi dengan performa Chelsea di leg kedua. "Lalu di pertandingan kemarin, kami kebobolan setelah enam menit. Saya bahkan tidak bisa menjelaskan detailnya. Saya sangat frustrasi," ucapnya.
Terry menegaskan bahwa kekalahan agregat seperti itu tidak bisa dibenarkan di kompetisi Eropa. "Melawan tim mana pun, Anda tidak boleh kalah 2-8 dalam dua leg. Maaf, itu tidak bisa diterima. Saya tidak peduli siapa Anda atau tim apa Anda, hasil seperti itu tidak boleh terjadi," tegas mantan kapten Chelsea itu.
Pengakuan Moises Caicedo
Gelandang Chelsea, Moises Caicedo, mengakui bahwa timnya bermain di bawah standar. “Ini mengecewakan bagi semua orang. Kami tahu PSG adalah lawan yang sangat kuat. Kami mencoba menunjukkan yang terbaik, tetapi mereka adalah juara bertahan," ujarnya.
Caicedo juga menyoroti kesalahan yang berujung pada gol lawan. "Kami sudah berusaha, tapi tidak mendapatkan hasil yang kami inginkan." Ia menambahkan bahwa padatnya jadwal turut menjadi tantangan bagi tim.
"Kami ingin tampil lebih baik, tetapi mereka adalah salah satu tim terbaik di dunia. Kami kecewa, tapi ingin terus berkembang. Kami bermain di empat kompetisi dengan jadwal setiap dua atau tiga hari, itu tidak mudah," katanya.
Tekanan Meningkat di Chelsea
Kekalahan ini semakin memperburuk situasi Chelsea. Mereka saat ini berada di posisi keenam Premier League dan berjuang untuk kembali ke Liga Champions musim depan. Tekanan terhadap Rosenior juga meningkat, dengan suporter menyanyikan nama Roman Abramovich sebagai bentuk ketidakpuasan. Keputusan menarik keluar Cole Palmer dan Joao Pedro juga menuai kritik.
Situasi semakin rumit ketika Enzo Fernandez mengaku belum tahu apakah akan bertahan di Chelsea musim depan. "Masih ada delapan pertandingan, lalu Piala Dunia, setelah itu kita lihat," kata Enzo.