Penyerang asal Kanada, Jonathan David, menghadapi ketidakpastian masa depan di Juventus setelah menyelesaikan musim debutnya yang fluktuatif di Turin pada Minggu, 3 Mei 2026. Meskipun didatangkan dengan status bebas transfer, pemain berusia 26 tahun tersebut dinilai belum mampu memberikan performa konsisten di lini depan Bianconeri.
Berdasarkan data yang dilansir dari Bola, David mencatatkan enam gol dan empat assist dari 32 penampilan di kompetisi Serie A musim ini. Statistik tersebut dianggap belum sebanding dengan ekspektasi klub, mengingat sang pemain menerima gaji sebesar 6 juta euro per musim ditambah sejumlah bonus.
Secara keseluruhan di semua kompetisi, David tampil sebanyak 43 kali dengan kontribusi total delapan gol dan lima assist. Di ajang Liga Champions, ia mencetak dua gol dari sembilan laga, sementara pada turnamen domestik Coppa Italia, ia gagal menyumbang gol dalam dua pertandingan.
Penurunan produktivitas ini terlihat signifikan jika dibandingkan saat ia masih membela LOSC Lille di Liga Prancis. Selama merumput di Ligue 1, David dikenal sebagai striker tajam yang berhasil membukukan total 109 gol dari 232 pertandingan.
Situasi ini memicu ketertarikan dari sejumlah klub Eropa, dengan Fenerbahçe dilaporkan menjadi salah satu peminat yang serius untuk memboyongnya. Selain itu, klub Premier League, Aston Villa, juga dikabarkan terus memantau situasi pemain yang memiliki rekam jejak 39 gol untuk timnas Kanada tersebut.
Pelatih Aston Villa, Unai Emery, diketahui merupakan pengagum lama kemampuan David dan sempat berupaya merekrutnya pada bursa transfer musim panas tahun lalu. Namun, saat itu David lebih memilih untuk bergabung dengan Juventus setelah memenangkan persaingan transfer.
Meski banyak spekulasi beredar, kepindahan David pada akhir musim ini masih bergantung pada nilai tawaran yang masuk ke manajemen Juventus. Laporan menyebutkan bahwa Bianconeri tidak akan melepas sang striker kecuali mendapatkan tawaran finansial yang sangat menguntungkan bagi klub.