Kasus Kekerasan Pelatih Panjat Tebing, Jumlah Korban Bertambah

Kasus dugaan kekerasan dan pelecehan seksual oleh mantan pelatih panjat tebing, Hendra Basir, memasuki babak baru dengan bertambahnya korban.

Dunia panjat tebing Indonesia tengah dihebohkan dengan dugaan tindakan kekerasan dan pelecehan seksual yang dilakukan oleh Hendra Basir, mantan pelatih Pelatnas Panjat Tebing Indonesia. Jumlah korban dari kasus ini dilaporkan terus bertambah.

Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Yenny Wahid, memberikan perkembangan terkini terkait kasus tersebut. FPTI memberikan perlindungan kepada korban.

Menurut Yenny Wahid, para atlet yang menjadi korban telah sepakat untuk melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian. FPTI juga mendampingi para atlet dan menyediakan pengacara.

"Memang para atlet sudah memutuskan untuk membuat laporan ke Polisi dan kami dari Federasi mendampingi, menyediakan pengacara bagi mereka. Kami siap berdiri di belakang mereka," ujar Yenny saat ditemui di sela acara ulang tahun NOC Indonesia di Ritz-Carlton, Jakarta, Rabu (11-3-2026) malam.

Fokus utama FPTI saat ini adalah memberikan perlindungan kepada para atlet yang menjadi korban. Identitas mereka akan dirahasiakan untuk menghindari stigma negatif dari masyarakat.

"Kami memberikan perlindungan maksimal, identitas mereka pun kami rahasiakan. Mereka jangan sampai jadi korban dua kali karena adanya stigma di masyarakat," jelasnya.

FPTI juga telah membentuk tim pencari fakta internal dan menjadwalkan pemanggilan terhadap Hendra Basir. Pemanggilan ini rencananya akan dilakukan pada Kamis (12-3-2026) di kantor FPTI Jakarta untuk dimintai keterangan.

"Kami tetap membentuk tim pencari fakta, tim sudah melayangkan surat panggilan kepada terduga pelaku, akan ada pemanggilan kepada pelaku," tegas putri Presiden Republik Indonesia keempat, Gus Dur, tersebut.

Recommended