Sebuah upaya sedang diusahakan di Belanda agar empat pemain naturalisasi Timnas Indonesia dan atlet lain yang terlibat dalam kasus "paspoortgate" bisa kembali merumput. Kasus ini mencuat setelah aduan dari NAC Breda pada 15 Maret 2026, yang mempersoalkan status Dean James dari Go Ahead Eagles setelah pertandingan Eredivisie 2025/2026.
Jurnalis Christian Willaert, dalam siniar Voetbalpraat ESPN, mengungkapkan bahwa berbagai pihak terkait sedang mempertimbangkan solusi. Tujuannya agar para pemain yang berkembang di Belanda dapat memperoleh izin tinggal permanen, seperti dikutip dari Bola.
"Ada harapan besar bahwa para pemain yang terdampak 'paspoortgate' akan kembali memenuhi syarat bermain dalam beberapa minggu ke depan, tanpa harus mengikuti aturan untuk pemain non-Uni Eropa," demikian pernyataan ESPN Belanda.
Solusi ini diharapkan memungkinkan mereka tidak perlu memiliki izin kerja atau memenuhi syarat gaji tinggi. Meskipun demikian, para pemain tetap bisa membela negara seperti Indonesia atau Suriname.
Eredivisie CV (ECV), organisasi yang menjadi perwakilan klub-klub di liga tertinggi Belanda, terus mencari jalan keluar. Mereka berkoordinasi erat dengan instansi pemerintah Belanda, termasuk Dinas Imigrasi dan Naturalisasi (IND).
ESPN Belanda menyampaikan, "Ada harapan bahwa solusi yang tepat bisa ditemukan dalam waktu relatif singkat, meski Willaert menegaskan belum ada kepastian."
Willaert juga membagikan cerita mengenai para pemain yang dibujuk dengan informasi tidak akurat. Mereka disarankan untuk segera mengajukan paspor Belanda, dengan janji dapat bepergian bebas di Eropa selama sepuluh tahun tanpa masalah izin kerja.
Aspek Keadilan dalam Kasus Ini
Willaert berpendapat bahwa kondisi ini bisa menjadi pertimbangan hakim jika kasus berlanjut ke proses hukum. "Hukum Belanda juga selalu melihat aspek kewajaran dan keadilan," ujarnya.
Jika aturan diterapkan secara sangat ketat, ia khawatir para pemain hanya akan bisa bermain di divisi kedua Belgia dengan gaji minimum. Willaert mengaku terkejut dengan sikap organisasi yang mewakili klub sepak bola profesional di Belanda atau FBO.
FBO justru mendorong klub agar tidak melibatkan pemain yang terjerat dalam latihan dan pertandingan. "Seharusnya bisa ditegaskan bahwa mereka mendukung status kelayakan bermain yang telah diberikan di awal musim. Saya cukup terkejut mereka tidak melakukan itu," kata Willaert.
Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia yang Terlibat
Empat pemain naturalisasi Timnas Indonesia yang terseret kasus paspoortgate di Belanda antara lain Dean James dari Go Ahead Eagles, Justin Hubner dari Fortuna Sittard, Nathan Tjoe-A-On dari Willem II, dan Tim Geypens dari FC Emmen. Keempatnya sementara waktu dinonaktifkan oleh klub mereka.
Eredivisie telah mendata sekitar 25 pemain, baik putra maupun putri, dari Liga Belanda. Mereka tidak hanya berpaspor Indonesia, tetapi juga Suriname dan negara lain. Daftar ini telah diserahkan ke Dinas Imigrasi dan Naturalisasi Belanda (IND) untuk penilaian.
Risiko terburuknya adalah para pemain tersebut akan dicatat sebagai pemain non-Uni Eropa. NAC Breda, yang melaporkan kejadian ini ke Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB), mencurigai Dean James tidak memenuhi syarat sebagai pemain non-EU, termasuk perihal izin kerja dan gaji minimal 600 ribu euro atau setara Rp11,7 miliar per tahun sebagai kriteria pemain non-EU di Eredivisie.