Keith Kayamba Gumbs, legenda sepak bola Saint Kitts and Nevis, mengenang tujuh tahun kariernya yang berwarna di Indonesia. Ia merasakan pengalaman unik yang sulit dilupakan.
Gumbs pernah memperkuat tiga klub besar Indonesia, yakni Sriwijaya FC, Arema FC, dan Barito Putera. Selama berkarier di Tanah Air, ia merasakan atmosfer yang berbeda dari negara asalnya.
Salah satu momen yang paling membekas bagi Gumbs adalah ketika bermain di laga final atau pertandingan besar lainnya. Stadion selalu dipenuhi lebih dari 50 ribu penonton.
Jumlah ini jauh melebihi total penduduk Saint Kitts and Nevis yang bahkan tidak mencapai angka tersebut. Baginya, situasi ini sangatlah unik.
"Waktu saya main di final copa atau liga, itu orang di stadion lebih banyak dari total penduduk di negara saya, banyak sekali. Aneh sekali bagi saya," ujar Gumbs.
Menjelang laga FIFA Series 2026 antara Timnas Indonesia dan Saint Kitts and Nevis, Gumbs mengungkapkan kebahagiaan sekaligus penyesalannya. Ia merasa seharusnya dulu memiliki kesempatan bermain melawan Timnas Indonesia.
"Dulu waktu masih main di Indonesia, saya sudah sering bilang ke orang PSSI untuk bertanding melawan Saint Kitts and Nevis, tetapi tidak terjadi," kata Gumbs.
Bersama Sriwijaya FC, Gumbs meraih dua gelar juara liga level tertinggi dan satu gelar Copa Indonesia. Namun, ia menyayangkan kondisi Sriwijaya FC yang kini terdegradasi ke Liga Nusantara.