Kemitraan antara Jorge Lorenzo dan Maverick Vinales di MotoGP terancam bubar lebih cepat dari perkiraan. Kolaborasi yang sempat mengejutkan banyak pihak ini dikabarkan sedang berada di ujung jalan.
Jorge Lorenzo, yang merupakan tiga kali juara dunia MotoGP, sebelumnya mengumumkan bahwa dirinya akan menjadi pelatih performa bagi Maverick Vinales sejak akhir musim lalu. Rencana ini sebenarnya telah dibicarakan sejak Vinales memenangkan Grand Prix Amerika 2024 bersama Aprilia.
Meskipun dikenal memiliki kecepatan dan bakat yang besar, Vinales dianggap sebagai sosok "misterius" di MotoGP. Sejak debutnya pada tahun 2015, ia baru mengumpulkan 10 kemenangan.
Awalnya, kerja sama dengan Lorenzo dinilai menjanjikan. Walau banyak pihak yang meragukan keduanya dapat bekerja sama mengingat rivalitas sengit mereka di masa lalu. Harapannya, Lorenzo dapat membantu Vinales mencapai potensi terbaiknya.
Namun, realitas di lintasan berkata lain. Vinales justru mengalami awal musim 2026 yang sulit bersama KTM. Meskipun sempat puas dengan performa motor saat pengujian, hasil balapan justru jauh dari harapan.
Di Thailand, Vinales tertinggal sekitar 30 detik dari rekan setimnya, Pedro Acosta, dan finis di posisi ke-16. Hasil buruk berlanjut di Brasil, di mana ia finis ke-18 dengan selisih lebih dari 35 detik dari pemenang.
Menjelang seri Brasil, Vinales bahkan memberikan ultimatum untuk mengganti spesifikasi motornya agar setara dengan milik Acosta jika tidak ada peningkatan performa.
"Di Austin, saya akan menggunakan motor penuh spesifikasi 2026 dan memulai dari nol dengan motor yang digunakan semua orang," kata Vinales.
Spekulasi yang Muncul
Di tengah performa yang belum membaik, hubungan antara Vinales dan Lorenzo juga mulai dipertanyakan. Lorenzo tidak hadir dalam seri Brasil dan juga dipastikan absen di Austin. Ia baru dijadwalkan kembali ke paddock di Jerez untuk menjalankan tugas sebagai analis di DAZN.
Laporan yang beredar menyebutkan bahwa kerja sama antara keduanya telah berakhir, meskipun belum ada konfirmasi resmi.
Menjelang balapan Brasil, Vinales sempat menanggapi situasi tersebut.
"Dia tidak datang. Semuanya masih berjalan, tapi kerja sama dengan Jorge lebih banyak dilakukan selama musim dingin sebagai persiapan. Sekarang, selama musim berjalan, fokusnya lebih ke kerja dengan tim saat balapan dan di garasi," ujarnya.
Komentar dari Tim Tech3
Sementara itu, bos tim Tech3, Nico Goyon, mengaku tidak mengetahui detail hubungan antara keduanya.
"Saya rasa semuanya baik-baik saja. Dia memang tidak ada di sini. Saya tidak tahu banyak soal itu, maaf. Itu bagian dari tim Maverick, dan kami fokus ke aspek teknis serta balapan," kata Goyon.
Saat kembali ditanya soal kabar tersebut usai balapan di Brasil, Vinales memberikan respons singkat.
"Tidak, dia tidak akan di Austin. Saat ini saya tidak tertarik dengan rumor. Saya punya masalah lain yang harus dipikirkan," jawabnya.
Pernyataan itu tidak secara tegas membantah kabar yang beredar, sehingga spekulasi soal berakhirnya kerja sama dengan Lorenzo semakin kuat.
Masa Depan Vinales yang Disorot
Di luar isu tersebut, masa depan Vinales di MotoGP juga mulai dipertanyakan. Pada awal musim 2026, ia sempat disebut-sebut berpeluang naik ke tim utama KTM pada 2027 untuk berduet dengan Alex Marquez.
Spekulasi itu muncul seiring kemungkinan kepindahan Pedro Acosta ke Ducati, meskipun hingga kini belum ada pengumuman resmi karena masih adanya pembahasan antara pabrikan dan pihak MotoGP terkait pembagian pendapatan.
Namun, performa buruk di awal musim membuat peluang Vinales ke tim utama KTM kini meredup.
Dengan bursa pembalap 2027 yang mulai bergerak, posisi Vinales kini menjadi jauh lebih tidak pasti dibandingkan beberapa pekan lalu.