Borussia Monchengladbach mengakhiri kompetisi Bundesliga musim 2025/2026 dengan menggelar pertandingan uji coba melawan klub kasta kelima Jerman, SC Spelle-Venhaus, pada Rabu 20 Mei 2026. Laga yang sekaligus memperingati ulang tahun ke-80 tim lawan tersebut berakhir dengan kemenangan telak Die Fohlen lewat skor 6-2.
Seperti dilansir dari Bola, pertandingan yang disaksikan oleh lebih dari 2.500 penonton ini menjadi panggung kemenangan bagi Gladbach lewat gol-gol yang dicetak oleh Florian Neuhaus, Kota Takai, serta masing-masing dua gol dari Hugo Bolin dan Robin Hack. Hasil positif ini melanjutkan tren apik tim asuhan Eugen Polanski setelah pada pekan terakhir liga menang telak 4-0 atas Hoffenheim dan mengunci peringkat ke-12 dengan raihan 38 poin.
Pelatih Eugen Polanski memanfaatkan laga persahabatan ini untuk memberikan kesempatan tampil bagi para pemain yang minim menit bermain di kompetisi reguler. Penjaga gawang Jan Olschowsky mengawal lini pertahanan yang diisi oleh Lukas Ullrich, Fabio Chiarodia, Philipp Sander, dan Simon Walde pada babak pertama, sementara lini depan dipercayakan kepada Shuto Machino.
Pemain bertahan Timnas Indonesia, Kevin Diks, baru diturunkan pada babak kedua tepatnya di menit ke-59 untuk menggantikan Fabio Chiarodia. Berposisi sebagai stopper, ia langsung memberikan dampak instan lewat operan diagonal panjang pada menit ke-63 yang mengawali peluang emas bagi Hugo Bolin.
Musim perdana Kevin Diks di kompetisi sepak bola Jerman berjalan sangat impresif setelah didatangkan secara bebas transfer dari FC Copenhagen pada 28 Januari 2025 dengan kontrak hingga 30 Juni 2030. Statusnya sebagai pesepak bola Indonesia pertama yang merumput di Bundesliga berhasil dibuktikannya dengan adaptasi yang sangat cepat.
Sepanjang musim ini, pemain berusia 29 tahun tersebut telah mencatatkan 30 penampilan dengan 28 kali menjadi starter dan mengumpulkan total 2.467 menit bermain. Diks juga menunjukkan produktivitas yang tinggi dengan mengemas lima gol, serta mengantongi enam kartu kuning dengan nilai rata-rata rating performa mencapai 6,95 per pertandingan.
Kehadiran Kevin Diks di lini pertahanan selalu menjadi pilihan utama, baik saat tim masih di bawah arahan Gerardo Seoane hingga berganti kepelatihan ke Eugen Polanski. Ia kokoh mengawal lini belakang dalam skema trio tangguh bersama Nico Elvedi dan Philipp Sander.
Ketajaman Kevin Diks di depan gawang juga menjadikannya salah satu eksekutor penalti paling andal bagi Gladbach dengan tingkat keberhasilan mencapai 100 persen. Empat gol dari titik putih sukses dilesakkannya masing-masing ke gawang FC Koln pada pekan ke-10, Heidenheim pada pekan ke-11, Augsburg pada pekan ke-16, dan Union Berlin pada pekan ke-24.
Catatan sempurna tersebut membedakan dirinya dari dua rekan setimnya, Haris Tabakovic dan Kevin Stoger, yang sempat gagal mengeksekusi penalti musim ini. Selain gol penalti, Diks juga membuktikan naluri golnya lewat skema permainan terbuka saat membobol gawang Hoffenheim.
Melalui pencapaian personal yang gemilang ini, Kevin Diks menyatakan rasa puas atas perjalanan musim pertamanya bersama Borussia Monchengladbach.
"Mengakhiri musim dengan senyum di rumah sendiri. Terima kasih atas semua cinta tahun ini," ungkap Kevin Diks yang ditulisnya dalam unggahan di akun Instagram pribadi @kevindiks2.