Tekanan berat tengah dirasakan Antonín Kinsky. Penjaga gawang muda Tottenham Hotspur itu menjadi target kritik usai performa buruknya di laga debut. Namun, David De Gea memberikan pembelaan terhadapnya.
Kiper asal Spanyol itu paham betul rasanya kesulitan saat mendapat kesempatan besar dalam karier.
Kinsky tampil sebagai starter saat Tottenham bersua Atletico Madrid pada leg pertama 16 besar Liga Champions 2025/2026 di Stadion Riyadh Air Metropolitano, Rabu (11/03/2026) dini hari WIB. Spurs tumbang 2-5 dari Atletico.
Penampilan Kinsky jauh dari harapan. Sebelum ditarik keluar pada menit ke-17, ia melakukan setidaknya dua kesalahan fatal yang berujung gol bagi tuan rumah. Debutnya di kompetisi antarklub paling prestisius di Eropa berubah menjadi pengalaman pahit.
Kinsky baru bergabung dengan Spurs pada Januari 2025 dari Slavia Prague dengan nilai transfer 12,5 juta poundsterling atau sekitar Rp250 miliar.
Selain De Gea, inilah tiga kiper yang pernah mengalami nasib serupa dengan Antonin Kinsky pada laga debutnya:
De Gea melakukan kesalahan yang berujung gol pada debutnya bersama Manchester United saat menghadapi rival sekota di Community Shield 2011. Sepekan kemudian, dia kembali melakukan blunder pada laga debutnya di Premier League.
Eric Steele, pelatih kiper MU saat itu, mengakui enam bulan pertama De Gea di Inggris berjalan mengerikan. Media Inggris pun ramai mengkritiknya. Kepercayaan dari Sir Alex Ferguson menjadi titik balik. De Gea akhirnya berkembang pesat dan dikenal sebagai salah satu kiper terbaik dunia.
Aaron Ramsdale
Debut Ramsdale di Football League tak kalah buruk dibanding Kinsky di Liga Champions. Saat itu, Ramsdale dipinjamkan Bournemouth ke Chesterfield pada Januari 2018. Sehari setelah bergabung, dia langsung mendapat kesempatan tampil di liga senior.
Debutnya berakhir pahit. Dalam kekalahan 0-4, dua gol terakhir tuan rumah terjadi akibat kesalahannya, termasuk gol bunuh diri setelah gagal mengantisipasi umpan silang rendah. Meski tak mampu menyelamatkan Chesterfield dari degradasi, karier Ramsdale perlahan bangkit. Tiga setengah tahun kemudian, ia direkrut Arsenal dan menjadi bagian dari Timnas Inggris.
David Marshall
Bagi suporter Skotlandia, nama Marshall identik dengan penyelamatan penaltinya di Serbia yang membawa negaranya lolos ke Euro 2020.
Namun, debutnya penuh kesialan. Momen itu terjadi pada Agustus 2004 saat masih membela Celtic pada laga persahabatan melawan Hungaria. Skotlandia kalah 0-3 di kandang sendiri. Gol terakhir tercipta setelah sapuan Marshall mengenai punggungnya sendiri dan masuk ke gawang.
Marshall akhirnya mencatat hampir 50 caps bersama timnas sebelum tampil di putaran final Kejuaraan Eropa 17 tahun kemudian.