Penjaga gawang lokal menunjukkan performa gemilang di tengah serbuan pemain asing dalam kompetisi BRI Super League 2025/2026 hingga pekan ke-32 pada Kamis (14/5/2026). Dua dari tiga kiper dengan statistik terbaik musim ini merupakan pemain asli Indonesia.
Dilansir dari Bola, Nadeo Argawinata dari Borneo FC Samarinda dan Teja Paku Alam dari Persib Bandung menjadi sosok yang menonjol di bawah mistar gawang. Kehadiran mereka mematahkan dominasi penjaga gawang asing yang musim ini memenuhi kuota di hampir seluruh klub kontestan liga.
Nadeo Argawinata mencatatkan statistik luar biasa dengan melakukan 125 kali penyelamatan sepanjang musim berjalan. Angka ini menempatkan kiper asal Kediri tersebut sebagai pemain dengan jumlah penyelamatan terbanyak di liga, sekaligus menjaga Borneo FC tetap berada di zona perebutan juara.
Teja Paku Alam juga menunjukkan kebangkitan setelah sebelumnya lebih banyak menghuni bangku cadangan. Kiper berusia 31 tahun tersebut kini menjadi pilihan utama Persib Bandung dan dinilai memberikan ketenangan krusial dalam upaya tim asal Jawa Barat tersebut meraih gelar juara.
Selain dua nama lokal tersebut, penjaga gawang asing Bali United, Mike Hauptmeijer, menjadi satu-satunya pemain luar negeri yang sejauh ini konsisten. Pemain asal Belanda ini mencatatkan jumlah penyelamatan yang sama dengan Nadeo, yakni sebanyak 125 kali aksi penyelamatan.
Meskipun tampil impresif di level klub, Teja Paku Alam tidak masuk dalam daftar panggil pelatih Timnas Indonesia, John Herdman. Keputusan ini menuai sorotan mengingat Teja dan beberapa pemain lain seperti Komang Teguh Trisnanda tengah berada dalam performa puncak menjelang Piala AFF 2026.
Dominasi kiper lokal ini dianggap menarik karena banyak penjaga gawang Indonesia lainnya justru tergeser ke liga level kedua. Mereka yang bertahan di kasta tertinggi umumnya harus rela mengemban status sebagai penjaga gawang pelapis bagi pemain asing.