Kiper MU Senne Lammens Adopsi Ritual Unik dari Legenda Liverpool

Kiper Manchester United, Senne Lammens, mengadopsi ritual merendam sarung tangan di jacuzzi sebelum pertandingan, yang dipelajari dari Simon Mignolet.

Senne Lammens, kiper Manchester United, mengungkapkan ritual unik yang ia lakukan sebelum pertandingan. Kebiasaan merendam sarung tangan di jacuzzi ini ternyata dipelajari dari mantan kiper Liverpool, Simon Mignolet.

Lammens bergabung dengan MU dari Royal Antwerp pada musim panas lalu dengan nilai transfer 18,1 juta paun. Sejak kedatangannya, ia tampil mengesankan dan menjadi kiper utama menggantikan Altay Bayindir. Andre Onana sendiri dipinjamkan ke Trabzonspor.

Dalam wawancara dengan Ben Foster di podcast "Fozcast", Lammens menjelaskan detail ritualnya.

"Saya biasanya memakai sarung tangan baru setiap pertandingan, tergantung perasaan saya," kata Lammens.

“Jika saya bermain dengan satu pasang sarung tangan, saya berlatih dengan sarung tangan itu sepanjang minggu, lalu saya akan memakai sepasang sarung tangan baru. Jika bermain pada hari Sabtu, saya akan berlatih dengan sarung tangan itu (yang baru) pada hari Jumat, tetapi sebelum itu, saya suka merendamnya di bak air panas… Saya sebenarnya mendapatkan ide ini dari Simon Mignolet," ungkapnya.

Kiper berusia 23 tahun itu menambahkan, "Sarung tangan baru biasanya kaku dan grip-nya kurang maksimal. Saya suka merendamnya setengah jam, lalu sebelum pertemuan tim, saya masukkan lagi, setelah itu saya pakai untuk pemanasan dan juga di pertandingan."

Kenangan Masa Awal di MU

Sebelum berseragam MU, Lammens menghabiskan dua tahun di Royal Antwerp. Ia tampil 64 kali di semua kompetisi dan membantu klub memenangkan Belgian Super Cup pada musim debutnya. Performa apiknya membuat MU tertarik memboyongnya.

Lammens mengaku tak percaya saat pertama kali mendengar kabar ketertarikan dari MU. "Ini sudah cukup lama, tapi pertama kali mendengar kabar itu, saya pikir, 'tidak, ini tidak mungkin.' Rasanya seperti mimpi. Mereka datang menonton beberapa kali, di Antwerp, dan bilang ada beberapa orang dari Manchester di sana, gila rasanya mendengarnya. Awalnya saya sulit percaya sampai musim panas tiba," ujarnya.

"Tentu saya percaya diri, tapi saya baru jadi starter penuh satu musim, jadi agak mengejutkan mereka memilih saya. Saat deadline day, itu pengalaman yang spesial. Kami berkomunikasi sepanjang musim panas dan akhirnya semuanya berjalan lancar. Saya tidak terlalu stres atau khawatir. Kalau tidak terjadi pun, saya akan tetap di Antwerp, tidak ada tekanan harus terjadi di musim panas itu. Awalnya itu seperti mimpi atau sedikit skeptisisme, tapi itu bagus karena saya tidak terlalu tegang," kenangnya.

Manchester United dan Lammens akan menghadapi Aston Villa di Premier League pada Minggu mendatang.

Recommended