Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memulai investigasi kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuterline di Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026. Penyelidikan tersebut difokuskan pada analisis data yang tersimpan dalam teknologi perekam perjalanan kereta api.
Meskipun sering disebut sebagai kotak hitam, perangkat perekam pada moda transportasi kereta memiliki nama resmi Train Event Recorder (TER) atau On-Train Monitoring Recorder (OTMR). Dilansir dari Medcom, instrumen ini memiliki fisik berupa kotak logam berwarna oranye yang berfungsi mendokumentasikan seluruh aktivitas teknis selama perjalanan berlangsung.
Langkah penggunaan data digital ini serupa dengan prosedur yang diterapkan KNKT saat menangani insiden tabrakan antara KA Turangga dan KA Lokal Bandung Raya pada tahun 2024 silam. Teknologi tersebut menjadi kunci utama untuk mengungkap penyebab pasti gangguan operasional di lapangan.
Sistem OTMR bekerja dengan mengambil input langsung dari berbagai komponen kontrol, seperti tuas daya traksi (throttle), sistem pengereman, sensor kecepatan, hingga sinyal kabin. Perangkat ini melakukan perekaman secara kontinu dengan frekuensi tinggi yang mencapai beberapa kali per detik.
Data yang tersimpan memungkinkan tim investigator untuk merekonstruksi kronologi kejadian secara presisi, termasuk posisi kontrol masinis dan respons terhadap sinyal sebelum insiden. Seluruh informasi disimpan dalam memori non-volatile yang dirancang khusus agar tahan terhadap guncangan hebat maupun gangguan kelistrikan.
Metode penyimpanan data menggunakan sistem rolling buffer, yang berarti data terbaru akan menimpa data lama secara otomatis. Namun, sistem ini tetap mengamankan rekaman pada periode-periode krusial sesaat sebelum kecelakaan terjadi untuk kepentingan analisis keselamatan.
Selain untuk kebutuhan investigasi pasca-kecelakaan, sistem modern ini juga mampu mengirimkan data secara real-time ke pusat kendali operasional. Fasilitas tersebut memudahkan operator dalam mendeteksi potensi kerusakan teknis lebih dini guna mencegah terjadinya kecelakaan di masa mendatang.