Komite Wasit PSSI Mendadak Ganti Perangkat Pertandingan Madura United Kontra PSM Makassar

Komite Wasit PSSI secara mengejutkan mengganti perangkat pertandingan jelang laga pamungkas Madura United melawan PSM Makassar di Bangkalan.

Komite Wasit PSSI secara mengejutkan melakukan perombakan perangkat pertandingan yang akan memimpin laga pamungkas BRI Super League musim ini. Perubahan mendadak ini dilakukan hanya satu hari sebelum kick-off (H-1) pertandingan antara Madura United melawan PSM Makassar.

Seperti dikutip dari Bola, atmosfer panas kini mulai menyelimuti menjelang laga kedua tim yang akan digelar di Stadion Gelora Bangkalan (SGB), Bangkalan, Sabtu (23-5-2026).

PSSI awalnya telah menunjuk wasit berlisensi FIFA, Naufal Adya Fairuski, untuk mengawal jalannya laga penentu tersebut. Namun, posisi Naufal Adya Fairuski secara mendadak digantikan oleh wasit nasional, Muhammad Rio Permana Putra.

Pergeseran pengadil lapangan yang terkesan tiba-tiba ini tak pelak memicu berbagai spekulasi di kalangan pencinta sepak bola tanah air. Kendati demikian, manajemen Laskar Sape Kerrab memilih untuk tidak ambil pusing dan tetap fokus pada target mengamankan poin penuh.

Manajer Madura United, Umar Wachdin, menegaskan bahwa mental skuadnya sama sekali tidak goyah menghadapi situasi ini. Keputusan mendadak dari PSSI tersebut dipastikan tidak menyurutkan semangat juang timnya.

Bagi Lulinha dan kawan-kawan, fokus utama saat ini adalah kesiapan tim di atas lapangan hijau. Siapa pun yang meniup peluit pertandingan, tidak akan menggentarkan tekad bulat mereka untuk meraih kemenangan.

"Mau diganti berapa kalipun, Bismillah, Madura siap untuk menerimanya. Kami tetap fight," kata Umar.

Manajemen Minta Suporter Abaikan Isu Media Sosial

Pergantian wasit yang mendadak ini mulai dikaitkan oleh netizen dengan rumor miring di media sosial. Beredar isu liar yang menyebutkan bahwa Madura United bakal "ditumbalkan" demi menyelamatkan tim lain.

Merespons kabar burung yang beredar, Presiden Madura United, Achsanul Qosasi, langsung pasang badan untuk melindungi timnya. Ia meminta para pendukung untuk menutup telinga dari semua provokasi di dunia maya dan melipatgandakan dukungan langsung di stadion.

"Ayo datang ke stadion. Mereka belum tentu menang. Kita belum tentu kalah. Sepak bola Madura adalah cinta. Kami akan perjuangkan cinta itu dengan sepenuh hati," ucapnya.

"Ayo suporter Madura. Kita bertemu di SGB Bangkalan. Madura akan memperjuangkan cintanya. Jangan hiraukan berita dan issue medsos. Semoga cinta itu abadi," tutur Achsanul Qosasi.

Recommended