Olimpiade Musim Dingin 2026 baru saja dimulai, namun isu klasik kembali mencuat: persediaan kondom di Desa Atlet dilaporkan habis dalam waktu singkat.
Ajang yang berlangsung di Milan-Cortina ini tak hanya menyajikan persaingan sengit di arena, tetapi juga kehidupan sosial para atlet yang menarik perhatian.
Laporan media Italia menyebutkan bahwa stok kondom di perkampungan atlet ludes hanya dalam tiga hari pertama.
Fenomena ini mendapat tanggapan santai dari pejabat Komite Olimpiade Internasional (IOC).
Menurut laporan La Stampa, kurang dari 10.000 kondom dibagikan kepada sekitar 2.800 atlet. Seorang atlet anonim mengonfirmasi bahwa suplai tersebut langsung habis.
Juru bicara IOC, Mark Adams, membenarkan bahwa seluruh stok telah digunakan. "Jelas ini menunjukkan Hari Valentine dirayakan dengan semarak di desa atlet. Sepuluh ribu sudah digunakan — 2.800 atlet — silakan hitung sendiri," ujarnya.
Pembagian kondom di Olimpiade merupakan tradisi sejak Olimpiade Seoul 1988 sebagai bagian dari kampanye seks aman. Pada Olimpiade Paris 2024, panitia menyediakan 300.000 kondom gratis bagi atlet.
Pembahasan mengenai kehidupan pribadi atlet hampir selalu muncul setiap kali Olimpiade digelar. Mantan atlet lompat jauh Jerman, Susen Tiedtke, menjelaskan bahwa atlet berada dalam kondisi fisik puncak saat tampil di Olimpiade. Setelah kompetisi, mereka cenderung ingin "melepas energi" yang terpendam akibat latihan dan tekanan pertandingan.
Kapten tim polo air Amerika Serikat, Tony Azevedo, menyatakan bahwa jadwal latihan ketat membuat atlet sulit memiliki kehidupan sosial normal. "Bayangkan sulitnya bertemu seseorang. Sekarang bayangkan seorang Olympian yang berlatih dari pagi sampai sore setiap hari. Ketika tekanan selesai dan bertemu orang-orang dengan latar belakang yang sama… ya, begitulah," ujarnya dalam wawancara lama dengan ESPN.
Terlepas dari cerita di luar arena, Olimpiade tetaplah tentang persaingan, prestasi, dan mimpi para atlet. Namun, tradisi ini tampaknya selalu menjadi bagian dari dinamika Desa Atlet, baik di musim panas maupun musim dingin.
Pengalaman Micah Richards di Olimpiade London
Dalam podcast The Rest Is Football, mantan pemain Manchester City, Micah Richards, menceritakan pengalamannya di Olimpiade Musim Panas London. Ia mengungkapkan isi 'ruang besar' yang penuh kondom.
"Ada kampus berbeda: Team GB satu blok, Brasil, Prancis, semua negara, dan ruang besar isinya kondom melimpah! Itu jelas promosi seks aman, sumpah deh, saya lagi on fire waktu itu. Benar-benar panas, jujur. Badan lebih ramping, berotot, lean, musim panas, jalan-jalan tanpa baju atas. Banyak medali emas di sekitar. Salah satu momen terbaik hidup saya, luar biasa."