Manajemen Real Madrid dilaporkan mempertimbangkan pergantian kursi kepelatihan pada bursa transfer musim panas mendatang setelah hubungan pelatih Alvaro Arbeloa dengan skuad utama memburuk hingga titik kritis pada awal Mei 2026. Situasi ini mencuat menyusul kegagalan klub raksasa Spanyol tersebut mengamankan trofi utama dalam dua musim berturut-turut.
Ketegangan di kompleks latihan Valdebebas kian memanas akibat gesekan antara Arbeloa dengan sejumlah pemain pilar. Dilansir dari Bola, laporan media Spanyol El Mundo menyebutkan bahwa kondisi internal tim saat ini sudah mencapai level yang sangat mengkhawatirkan.
Konflik tersebut melibatkan pemain-pemain binaan klub seperti kapten Dani Carvajal, Raul Asencio, Alvaro Carreras, hingga Dani Ceballos. Kelompok pemain ini menilai Arbeloa kurang memberikan apresiasi atas kontribusi mereka dan lebih cenderung memberikan pujian kepada pemain bintang serta talenta muda baru.
Dampak dari perlakuan diskriminatif yang dirasakan para pemain senior tersebut mulai mengikis kepercayaan terhadap kepemimpinan pelatih. Hubungan antar-pemain di dalam ruang ganti pun dikabarkan mulai merenggang akibat dinamika yang tidak sehat ini.
Masalah internal semakin kompleks dengan munculnya kecemburuan sosial terhadap penyerang asal Prancis, Kylian Mbappe. Saat ini Mbappe tengah menepi dari lapangan hijau akibat mengalami cedera hamstring selama beberapa pekan terakhir.
Sejumlah pemain mempertanyakan komitmen Mbappe setelah sang penyerang kedapatan melakukan perjalanan keliling Eropa bersama kekasihnya di masa pemulihan. Arbeloa justru memicu kemarahan pemain lain karena secara terbuka memberikan pembelaan kepada Mbappe usai laga kontra Espanyol pada Minggu lalu.
Posisi Arbeloa saat ini berada di ujung tanduk karena gagal menstabilkan ruang ganti dan tidak mampu memberikan prestasi bagi klub. Pergantian pelatih diprediksi menjadi langkah tak terelakkan guna mencegah konflik berkepanjangan di dalam skuad Real Madrid pada musim depan.