Pertandingan Old Firm antara Rangers dan Celtic dalam perempat final Scottish Cup, Senin (9/3/2026), diwarnai kericuhan. Suporter kedua tim menyerbu masuk ke lapangan Ibrox Stadium setelah Celtic memastikan kemenangan melalui adu penalti.
Setelah bermain imbang 0-0 selama 120 menit, Celtic melaju ke semi final usai memenangkan adu penalti 4-2. Sayangnya, insiden tidak menyenangkan mewarnai laga sengit ini usai peluit akhir pertandingan.
Euforia pendukung Celtic tak terbendung setelah Tomas Cvancara sukses mengeksekusi penalti terakhir. Ribuan suporter langsung menyerbu masuk ke lapangan. Petugas keamanan pun sempat kewalahan.
Situasi memanas setelah sebagian suporter Rangers ikut turun ke lapangan dari tribun yang berlawanan. Bentrokan-bentrokan kecil tak terhindarkan, bahkan beberapa benda dilaporkan sempat dilemparkan. Steward dan polisi segera membentuk barikade untuk memisahkan kedua kelompok suporter.
Scottish Football Association (FA) mengecam keras insiden tersebut. "Scottish FA mengecam perilaku suporter yang memasuki lapangan setelah laga perempat final Scottish Cup di Ibrox Stadium hari ini," bunyi pernyataan resmi mereka.
Federasi memastikan investigasi segera dilakukan sesuai protokol disipliner.
Rangers sebenarnya tampil lebih dominan dan menciptakan banyak peluang sepanjang pertandingan. Sayangnya, penyelesaian akhir yang kurang baik membuat mereka gagal mencetak gol.
Kiper lawan berhasil menggagalkan beberapa peluang emas Rangers yang datang melalui Mikey Moore dan Nicolas Raskin.
Sementara itu, gol sundulan Daizen Maeda untuk Celtic dianulir karena offside. Gol Emmanuel Fernandez di babak tambahan waktu juga dibatalkan karena handball.
Celtic tidak mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran sepanjang waktu normal hingga extra time. Mereka mengandalkan pertahanan yang disiplin sebelum akhirnya tampil sempurna dalam adu penalti.
Dua eksekutor Rangers, yaitu kapten James Tavernier dan Djeidi Gassama, gagal menjalankan tugasnya dalam adu penalti. Celtic tampil lebih tenang hingga akhirnya Cvancara menjadi penentu kemenangan.
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Rangers. Selain tersingkir dari Scottish Cup, mereka juga tertinggal enam poin dari Heart of Midlothian FC di klasemen Scottish Premiership.
Kondisi di Luar Stadion: Kekecewaan dan Kemarahan
Polisi menyalahkan kekacauan tersebut pada suporter tanpa tiket dan pendukung Celtic yang berkumpul di bagian bawah jalur masuk stadion.
Suporter yang marah melontarkan cacian kepada petugas dan menyebut situasi kacau itu sebagai sesuatu yang “memalukan”.
Beberapa suporter muda terlihat menangis dan harus ditenangkan oleh orang tua mereka setelah terjebak dalam kerumunan. Beberapa lainnya terlihat berjalan terpincang-pincang setelah mengalami cedera.
Annie Wells, Anggota Parlemen Skotlandia dari Partai Konservatif untuk Glasgow, mengecam kejadian itu. “Pemandangan memalukan seperti ini seharusnya tidak terjadi di sebuah pertandingan, seintens apa pun rivalitasnya," ujarnya, seperti dikutip dari The Sun.
“Polisi sudah bekerja hingga batas kemampuan mereka akibat pemotongan anggaran oleh SNP dan seharusnya tidak perlu menghadapi perilaku preman seperti ini saat mengamankan sebuah pertandingan.”