Juara dunia Formula 1 (F1) empat kali, Max Verstappen, kembali menyuarakan ketidakpuasannya terhadap regulasi baru yang akan diterapkan pada musim 2026. Kritik tersebut dilontarkan setelah ia mengalami gagal finis pada seri balapan kedua di Sirkuit Shanghai, China, Minggu (15/03/2026).
Pembalap Red Bull Racing itu secara blak-blakan menyebut aturan teknis terbaru F1 sebagai sebuah lelucon. Perubahan besar pada sasis dan unit tenaga, yang membagi hampir 50 persen tenaga antara mesin pembakaran dan listrik, menjadi sorotan utama.
Verstappen memang dikenal sebagai salah satu pembalap yang paling lantang menentang perubahan regulasi ini. Bahkan sejak tes pramusim, ia telah menyindir regulasi baru tersebut dengan menyebutnya mirip dengan Formula E yang berlebihan.
Kritik pedas itu kembali diungkapkan setelah balapan di China, terutama setelah ia mengalami masalah pendinginan pada sistem ERS yang menyebabkan dirinya gagal menyelesaikan balapan.
"Ini buruk sekali. Saya tidak tahu. Kalau ada yang menyukai ini, berarti mereka tidak benar-benar tahu seperti apa balapan itu," kata Verstappen.
"Ini sama sekali tidak menyenangkan. Rasanya seperti bermain Mario Kart. Ini bukan balapan," tambah pembalap asal Belanda tersebut.
Verstappen juga menyoroti dampak sistem penggunaan energi listrik terhadap jalannya balapan.
"Anda menyalip dengan boost, lalu baterainya habis di lintasan lurus berikutnya dan lawan menyalip lagi. Buat saya, ini benar-benar lelucon," ujarnya.
Lebih lanjut, Verstappen menilai bahwa regulasi baru ini gagal menciptakan persaingan yang menarik. Pada dua seri awal musim, duo Mercedes, Kimi Antonelli dan George Russell, menunjukkan dominasi mereka dengan selalu finis di posisi satu dan dua.
"Sekarang hanya Kimi dan George yang menang. Mereka jauh di depan yang lain," kata Verstappen.
Bukan karena Tren Buruk
Verstappen juga mengomentari performa Scuderia Ferrari yang dinilai hanya mampu memberikan persaingan ketat di awal balapan.
“Ferrari memang sering melakukan start bagus dan sempat memimpin, tapi setelah beberapa lap semuanya kembali seperti semula. Ini tidak ada hubungannya dengan balapan,” ujarnya.
Verstappen menegaskan bahwa kritiknya ini bukan semata-mata karena hasil balapan yang kurang memuaskan baginya. Ia menyatakan akan tetap menyampaikan pendapat yang sama meskipun sedang dalam posisi memenangkan balapan.
“Saya tidak mengatakan ini karena posisi saya sekarang. Bahkan kalau saya menang pun saya akan mengatakan hal yang sama, karena saya peduli dengan kualitas balapan,” kata Verstappen.