Lamine Yamal Ukir 50 Gol Senior Lebih Cepat dari Messi dan Ronaldo

Bintang muda Barcelona, Lamine Yamal, mencapai 50 gol di level senior pada usia 18 tahun, melampaui rekor Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.

Lamine Yamal, pemain muda berbakat dari Barcelona, kembali menjadi sorotan setelah mencetak gol penting yang membawa timnya meraih kemenangan atas Athletic Club di laga La Liga. Gol spektakuler tersebut tidak hanya menjadi penentu hasil pertandingan, tetapi juga menandai pencapaian ke-50 Yamal di level senior, sebuah prestasi luar biasa mengingat usianya yang baru 18 tahun, seperti dilansir dari Bola.

Pemain dengan nomor punggung 10 ini telah menarik perhatian sejak pertama kali menembus tim utama Barcelona. Dalam hampir setiap pertandingan, Yamal konsisten menciptakan momen-momen krusial, menunjukkan kedewasaan bermain di usianya yang masih sangat muda.

Gol ke gawang Athletic Club menjadi bukti terbaru kemampuan Yamal. Saat kedudukan masih imbang tanpa gol dan Athletic Club sempat mendominasi, Yamal menunjukkan aksi khasnya yang kini menjadi identitas permainannya. Momen ini terjadi ketika ia menusuk dari sisi kanan lapangan, kemudian memotong ke dalam menggunakan kaki kirinya.

Gerakan tersebut memang telah menjadi senjata utama Yamal sejak bermain di level junior Barcelona. Dengan satu sentuhan cepat, ia melepaskan tembakan melengkung yang meluncur deras ke sudut gawang. Bola melengkung melewati jangkauan kiper Athletic Club, Unai Simón, yang tak mampu melakukan penyelamatan. Bola sempat membentur bagian bawah mistar gawang sebelum akhirnya masuk ke dalam jaring.

Setelah mencetak gol, Yamal merayakan dengan selebrasi khasnya, membentuk angka 304 dengan tangannya sebagai bentuk penghormatan kepada kode pos Rocafonda, daerah tempat ia dibesarkan. Namun, di balik selebrasi tersebut, angka 50 gol seniornya justru menjadi fokus utama.

Melampaui Rekor Messi dan Ronaldo

Pencapaian 50 gol senior ini semakin mengagumkan mengingat Yamal meraihnya pada usia 18 tahun 237 hari. Catatan ini lebih cepat dibandingkan dua megabintang sepak bola modern, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Messi baru mencapai 50 gol saat usianya lebih dari dua tahun lebih tua dari Yamal saat ini, sementara Ronaldo membutuhkan waktu hingga berusia 21 tahun untuk mencapai setengah abad gol di level klub dan tim nasional.

Perbandingan dengan bintang lain seperti Kylian Mbappé juga menyoroti kecepatan perkembangan Yamal. Mbappé mencapai 50 gol senior ketika berusia 19 tahun 28 hari. Data ini semakin menegaskan bahwa perjalanan karier Yamal berada pada jalur yang sangat istimewa dan menjanjikan.

Musim Paling Produktif dalam Karier Lamine Yamal

Musim ini menjadi periode paling produktif bagi Yamal sejak ia berhasil menembus tim utama Barcelona. Ia bahkan telah melampaui catatan golnya di musim sebelumnya. Meskipun bermain sekitar 1.500 menit lebih sedikit dibandingkan musim lalu, Yamal telah mengoleksi 19 gol di semua kompetisi. Gol indah ke gawang Athletic Club adalah yang terbaru dari deretan pencapaiannya.

Khusus di La Liga, Yamal telah mencetak 14 gol, mendekatkannya pada rekor pemain berusia 18 tahun paling produktif dalam sejarah kompetisi. Rekor tersebut saat ini masih dipegang oleh legenda Real Madrid, Raúl González, yang mencetak 19 gol di La Liga pada musim 1995-96 saat juga berusia 18 tahun. Yamal kini hanya membutuhkan lima gol lagi untuk menyamai rekor ikonik tersebut.

Kisah Raúl González dan Bakat Yamal

Menariknya, perjalanan Raúl menuju status legenda Real Madrid tidak selalu mulus sejak awal. Ángel Cappa, asisten pelatih Jorge Valdano kala itu, pernah mengenang bagaimana Raúl terlihat biasa saja dalam sesi latihan pertamanya bersama tim utama.

“Raúl membawa bola dengan buruk, menggiring bola juga buruk, tidak bisa menyundul bola, dan tendangannya juga buruk,” kenang Cappa dalam buku karya Sid Lowe, Fear and Loathing in La Liga. Ia sempat meragukan kualitas Raúl jika hanya dilihat dari kemampuan teknisnya. Namun, semua berubah saat pertandingan dimulai, "Saat pertandingan berjalan, dia membawa bola dengan baik, menggiring bola secara luar biasa, bisa menyundul, dan mencetak ribuan jenis gol. Tiba-tiba dia menjadi sempurna."

Berbeda dengan Raúl yang sempat diragukan, bakat Lamine Yamal sudah terlihat jelas sejak usia sangat muda. Striker Barcelona, Robert Lewandowski, mengingat momen pertama kali melihat Yamal berlatih bersama tim utama. “Saya melihatnya pada sesi latihan pertama. Saat itu Lamine baru berusia 15 tahun,” kenang Lewandowski. Ia langsung menyadari bahwa pemain muda tersebut memiliki sesuatu yang sangat istimewa.

Lewandowski menambahkan, “Dia bermain melawan bek kiri yang sudah berpengalaman dan melakukan apa pun yang dia inginkan. Saya sudah melihat banyak pemain bagus, tetapi mereka biasanya membutuhkan waktu. Dengan Lamine, saya melihat sesuatu yang tidak membutuhkan waktu. Saya belum pernah melihat talenta seperti itu pada usia tersebut.”

Menuju Pemecahan Rekor Raúl

Meskipun telah mencetak banyak rekor di usia yang sangat muda, perjalanan Yamal terus berlanjut. Barcelona masih menyisakan 11 pertandingan di La Liga musim ini, membuka peluang lebar bagi Yamal untuk mengejar rekor Raúl. Jika ia berhasil mencetak lima gol tambahan, ia akan menjadi pemain berusia 18 tahun paling tajam dalam sejarah kompetisi. Namun, bahkan jika rekor itu akhirnya terpecahkan, Raúl tetap bisa berbangga, karena ia bukan figur besar pertama dalam sejarah sepak bola yang rekornya mulai terancam oleh kehadiran fenomena bernama Lamine Yamal.

Recommended