Laporta Kecewa Dro Fernandez Pilih PSG

Presiden Barcelona, Joan Laporta, mengungkapkan kekecewaannya atas kepindahan Dro Fernandez ke PSG yang dinilai mengejutkan.

Presiden Barcelona, Joan Laporta, mengungkapkan kekecewaannya terkait kepindahan gelandang muda Dro Fernandez ke Paris Saint-Germain (PSG). Kekecewaan ini sejalan dengan frustrasi yang dirasakan pelatih Hansi Flick atas keputusan sang pemain meninggalkan Camp Nou di usia muda.

Dro Fernandez, yang dianggap sebagai talenta menjanjikan dari akademi La Masia, akan bergabung dengan PSG setelah klub Prancis itu menyetujui pembayaran klausul pelepasan senilai 6 juta euro.

Laporta menilai keputusan Dro Fernandez tersebut sebagai situasi yang tidak menyenangkan, terlebih karena Barcelona merasa telah menyiapkan rencana matang untuk masa depannya di klub.

"Kami akan membahasnya ketika semuanya sudah benar-benar final. Dia telah mengumumkan bahwa dirinya tidak akan melanjutkan di Barcelona. Ini adalah situasi yang tidak menyenangkan," ujar Laporta.

Laporta menambahkan, Barcelona sebenarnya telah mencapai kesepakatan dengan Dro Fernandez terkait masa depannya setelah berusia 18 tahun. Namun, rencana tersebut berantakan akibat keputusan agen sang pemain.

"Kami sudah sepakat dengan solusi lain untuk Dro ketika dia berusia 18 tahun. Namun secara mengejutkan, agen pemain memberi tahu kami bahwa kesepakatan itu tidak bisa dihormati," lanjut Laporta.

Pernyataan Laporta memperjelas adanya ketegangan di balik layar, terkait komunikasi antara Barcelona dan perwakilan Dro Fernandez. Situasi ini memunculkan kekecewaan besar di internal klub yang tengah berupaya keras mempertahankan talenta-talenta muda terbaik mereka di tengah kondisi finansial yang belum stabil.

Meski demikian, Laporta menegaskan Barcelona akan tetap berusaha menyelesaikan proses kepindahan ini dengan cara yang paling baik dan profesional. Ia menekankan pentingnya menjaga citra klub serta hubungan baik dengan PSG, meskipun merasa dirugikan.

"Kami akan berusaha memastikan semuanya berakhir dengan cara terbaik bagi Barça," tegas Laporta.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Barcelona dilaporkan tengah mendorong PSG untuk menambahkan bonus sebesar 2,5 juta euro di luar klausul pelepasan utama. Langkah ini diambil untuk menjaga hubungan institusional yang positif antara kedua klub.

Kasus Dro Fernandez menyoroti tantangan besar yang dihadapi Barcelona dalam mempertahankan pemain muda mereka dari godaan klub-klub kaya Eropa. Tekanan finansial dan klausul kontrak yang relatif rendah sering kali membuka celah bagi klub lain untuk merekrut talenta muda sebelum matang di tim utama.

Recommended