LavAni dan Bhayangkara Presisi Berebut Juara di Grand Final Proliga 2026

Grand final Proliga 2026 di GOR Amongrogo mempertemukan rival sengit Jakarta LavAni versus Jakarta Bhayangkara Presisi dengan sistem baru best of three.

Puncak kompetisi bola voli tertinggi di Indonesia, Proliga 2026, menggelar babak grand final di GOR Amongrogo, Yogyakarta, pada 21-26 April 2026. Seperti dilansir dari Bola, sektor putri mempertemukan juara bertahan Jakarta Pertamina Enduro (JPE) melawan Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia.

Sementara di sektor putra, persaingan sengit kembali tersaji antara Jakarta LavAni Livin' Transmedia menantang Jakarta Bhayangkara Presisi. Kedua tim ini merupakan penguasa kompetisi yang mendominasi partai puncak dalam empat musim terakhir.

LavAni tercatat memenangi gelar juara pada edisi 2022 dan 2023. Bhayangkara kemudian membalas dengan merebut trofi kampiun pada musim 2024 dan 2025. Pertemuan pada musim 2026 ini menjadi final kelima berturut-turut bagi rivalitas kedua tim.

Melihat catatan statistik musim ini, LavAni lebih diunggulkan karena sukses menyapu bersih empat laga kontra Bhayangkara, termasuk dua kemenangan pada fase final four. Kendati demikian, kubu Bhayangkara tetap mengusung optimisme tinggi menjelang laga di Kota Gudeg.

Perwakilan pelatih Bhayangkara, Rita Kurniati, menyatakan timnya mengusung semangat sportivitas dan tekad besar untuk bangkit dari hasil minor pada laga-laga sebelumnya.

"Kami akan bertanding secara sportif. Dalam beberapa musim terakhir kami saling mengalahkan. Kekalahan sebelumnya (di final four) menjadi pelajaran penting bagi kami," ujarnya saat konferensi pers di Yogyakarta, Senin (20/4/2026).

"Memang kemarin ada beberapa pemain yang sakit sehingga tidak bisa tampil maksimal. Tapi seperti yang sering dikatakan, bola itu bulat, apa pun bisa terjadi. Kalau bisa menang 2-0, kenapa tidak," sambung Rita.

Performa Bhayangkara sendiri memperlihatkan grafik peningkatan saat berlaga di final four Semarang. Walaupun menelan kekalahan 1-3, kerja sama tim dinilai jauh lebih solid dan kompetitif.

Kesiapan LavAni Menuju Partai Puncak

Di pihak lawan, LavAni memastikan seluruh skuad dalam kondisi siap tempur. Asisten pelatih John Aback mengungkapkan bahwa wejangan dan dukungan langsung dari Dewan Pembina LavAni, Susilo Bambang Yudhoyono, menjadi pemacu motivasi skuadnya.

“Kami ingin memberikan tontonan terbaik untuk masyarakat voli Indonesia. Ini bisa jadi final paling menarik karena kembali mempertemukan LavAni dan Bhayangkara. Kondisi tim juga sangat baik, semua pemain dalam keadaan sehat," katanya.

Kondisi cuaca panas di Semarang sempat menghambat performa para pilar asing LavAni, termasuk Georg Grozer. Namun, jajaran pelatih meyakini adaptasi fisik di Yogyakarta akan berjalan jauh lebih mulus.

"Dengan persiapan yang ada, kami optimistis bisa memberikan hasil terbaik. Mohon doa dari masyarakat agar LavAni bisa kembali merebut gelar juara di 2026," lanjut John Aback.

Format Baru Best of Three

Rangkaian grand final dijadwalkan bergulir pada 24-26 April 2026, setelah laga perebutan tempat ketiga dituntaskan pada 21-23 April 2026.

Berbeda dengan musim-musim sebelumnya yang memakai sistem tunggal, laga puncak Proliga tahun ini menerapkan format best of three untuk menentukan juara.

"Sekarang pertandingan final tahun ini akan menggunakan sistem three winning set yakni kedua tim bertanding tiga kali," ujar Wakil Ketua Proliga, Reginald Nelwan.

Melalui aturan ini, tim yang mengamankan dua kemenangan awal otomatis langsung keluar sebagai juara tanpa perlu melanjutkan ke pertandingan ketiga. Namun, apabila kedudukan berimbang 1-1 dalam dua laga, penentuan gelar dilakukan pada hari terakhir.

Recommended