Premier League dan badan wasit Professional Game Match Officials (PGMO) sepakat untuk tidak memperluas kewenangan VAR pada musim depan, meskipun FIFA berencana menerapkan aturan baru tersebut di Piala Dunia 2026. Keputusan ini dilaporkan pada Selasa (12/5/2026) menyusul kekhawatiran terkait durasi pertandingan.
Dilansir dari Bola, International Football Association Board (Ifab) sebenarnya telah memberikan lampu hijau bagi kompetisi domestik untuk melibatkan VAR dalam keputusan sepak pojok mulai bulan depan. Namun, otoritas sepak bola Inggris memilih untuk mengabaikan opsi tambahan tanggung jawab teknologi tersebut.
PGMO memberikan rekomendasi kepada pihak liga agar tetap mempertahankan prosedur yang ada saat ini. Salah satu pertimbangan krusial adalah potensi bertambahnya waktu henti pertandingan secara signifikan jika setiap insiden sepak pojok harus ditinjau ulang oleh tim VAR.
Kekhawatiran ini berkaitan langsung dengan kepentingan pemegang hak siar dan beban kerja perangkat pertandingan di lapangan. Sebagian besar klub peserta Liga Inggris juga menunjukkan ketidaktertarikan terhadap penambahan intervensi teknologi yang dapat sering menghentikan alur permainan.
Berbeda dengan Inggris, FIFA melalui Ketua Komite Wasit Pierluigi Collina dan Presiden Gianni Infantino menekankan pentingnya akurasi keputusan pada situasi bola mati. FIFA memandang kesalahan keputusan sepak pojok dapat berdampak fatal, terutama pada fase gugur turnamen besar seperti Piala Dunia.
Perdebatan mengenai efektivitas VAR kembali memanas setelah insiden dalam laga West Ham United melawan Arsenal pada Minggu malam sebelumnya. Wasit Chris Kavanagh menganulir gol penyeimbang West Ham yang dicetak Callum Wilson setelah berkonsultasi dengan petugas VAR, Darren England.
Kepala perwasitan PGMO, Howard Webb, dijadwalkan akan memberikan penjelasan mendalam terkait prosedur pengambilan keputusan tersebut. Meski mendapat komplain resmi dari pihak West Ham, PGMO tetap pada pendirian bahwa wasit telah menjalankan protokol dengan tepat.
Ifab diperkirakan baru akan melakukan pembahasan lebih lanjut mengenai regulasi duel fisik dalam situasi sepak pojok setelah penyelenggaraan Piala Dunia 2026 berakhir. Hingga saat ini, belum ada rumusan konkret untuk mengatasi persoalan tarik-menarik pemain di area kotak penalti.