Sebanyak lima tim asal Indonesia memulai perjuangan dalam turnamen Free Fire World Series Southeast Asia (FFWS SEA) 2026 Spring yang resmi dibuka pada Jumat, 24 April 2026. Ajang bergengsi ini mempertemukan 18 tim terbaik di kawasan Asia Tenggara untuk memperebutkan tiket menuju babak Grand Finals.
Dilansir dari Medcom, perwakilan Indonesia terdiri dari Bigetron by Vitality, RRQ Kazu, EVOS Divine, ONIC, dan Shadow Esports. Seluruh tim menargetkan posisi untuk melaju ke babak puncak yang dijadwalkan berlangsung di Ho Chi Minh City, Vietnam, pada 30–31 Mei 2026.
Bigetron by Vitality dan RRQ Kazu menjadi dua tim pertama yang tampil pada laga pembuka turnamen ini. Keduanya langsung berhadapan dengan persaingan ketat demi mengamankan poin klasemen sejak hari pertama kompetisi dimulai.
"Setiap musim kami punya keunikan dalam gaya bermain, melawan meta sampai menjadi juara itu prinsip yang kami pegang, kami akan buktikan dengan meta double sniper kami, bahwa kami tak terkalahkan," kata Christian Jonathan (CHRISJO), Coach Bigetron by Vitality.
Sementara itu, Coach RRQ Kazu, Adi Gustiawan (ADY), menekankan pentingnya kesempurnaan performa di tengah tipisnya selisih kualitas antar tim. Pihaknya berambisi meraih gelar juara setelah pada musim-musim sebelumnya konsisten di papan atas namun belum berhasil membawa pulang piala.
Pada hari kedua, EVOS Divine yang menyandang status juara bertahan akan memulai laga bersama ONIC. Coach EVOS Divine, Wahyu Kurniawan (Leem), menyatakan fokus tim saat ini adalah membangun kembali kedisiplinan dan rasa lapar akan kemenangan setelah mengevaluasi performa musim gugur 2025.
ONIC juga membawa misi pembuktian stabilitas performa di bawah arahan Coach Ahmad Fadly Mastroh (AFM). Di sisi lain, Shadow Esports hadir sebagai tim debutan melalui jalur juara FFNS 2026 Spring yang siap memberikan kejutan sebagai tim kuda hitam.
Format kompetisi musim ini mengalami perubahan menjadi lebih singkat dengan durasi fase knockout selama empat pekan, berkurang dari sebelumnya enam pekan. Enam tim teratas di klasemen akan langsung mengamankan tiket Grand Finals setelah pekan kedua berakhir.
Pekan ketiga dan keempat akan menjadi babak penentuan terakhir bagi tim lainnya untuk memperebutkan enam slot tersisa menuju Vietnam. Perubahan format ini menuntut seluruh tim untuk tampil minim kesalahan guna menjaga peluang lolos ke babak selanjutnya.