Isu kembalinya keharmonisan antara Lionel Messi dan Barcelona kembali mencuat seiring dengan pemilihan presiden klub. Kandidat presiden Barcelona, Victor Font, mengklaim bahwa proposal rekonsiliasi yang ia ajukan membuat Lionel Messi antusias.
Font selama kampanye terus mengkritik kepemimpinan Joan Laporta, rival terdekatnya, terkait pengelolaan keuangan dan hubungan dengan Real Madrid. Retaknya hubungan Laporta dengan Messi menjadi salah satu isu utama yang diangkat Font.
Messi sempat mengejutkan direksi Barcelona dengan mengunjungi Camp Nou tanpa izin klub pada November lalu. "Saya berharap suatu hari bisa kembali, dan bukan hanya untuk mengucapkan selamat tinggal sebagai pemain, seperti yang tak pernah sempat saya lakukan…" tulis Messi di media sosialnya.
Font kini berusaha memposisikan diri sebagai sosok yang bisa menjembatani rekonsiliasi tersebut. Menurutnya, hubungan Barca dengan Messi seharusnya menjadi prioritas sejak lama.
"Pemain terbaik dalam sejarah, seorang penggemar Barca, fakta bahwa kami memutus hubungan dengannya dan ia harus menyelinap masuk ke Camp Nou … hubungan dengan dia benar-benar rusak, tidak seperti dengan Real Madrid," ujar Font kepada program radio El Larguero di Cadena SER.
Font menyatakan bahwa pihaknya telah bekerja selama beberapa tahun untuk menyembuhkan luka itu secepat mungkin. Ia mengklaim memiliki proyek yang akan diluncurkan pada Maret dan meyakini Messi akan antusias dengan proposal tersebut.
Sikap Messi dalam Pemilihan Presiden
Laporta mengakui bahwa hubungannya dengan Messi sedang tidak baik. Ia berharap dapat berdamai karena Messi telah memberikan banyak hal untuk Barcelona, dan sebaliknya.
Setelah sempat mendukung kembalinya Laporta sebagai presiden pada Maret 2021, Messi justru harus meninggalkan klub karena keterbatasan anggaran. Keduanya hanya berbicara sekali dalam lima tahun terakhir.
SPORT melaporkan bahwa Messi memilih netral dalam pemilihan kali ini dan diperkirakan tidak akan menggunakan hak suaranya. Pengaruh Messi terhadap hasil pemilihan tidak bisa diremehkan, karena dukungannya akan membuat kandidat menjadi favorit utama.
Karena tanpa dukungan Messi, Font memilih jalur lazim di dunia politik dengan melontarkan janji-janji besar.
Janji Besar
Dalam sejarahnya, pemilihan presiden klub raksasa Spanyol sering diwarnai janji sensasional. Florentino Perez memenangkan pemilihan presiden Real Madrid pada tahun 2000 setelah berjanji mendatangkan Luís Figo dari Barcelona, transfer yang kemudian terwujud.
Font pun tak luput dari janji ambisius. Ia mengklaim telah mengidentifikasi tiga atau empat posisi yang bagus untuk diperkuat, salah satunya adalah bek tengah. Font juga secara pribadi menyukai Erling Haaland untuk posisi penyerang tengah.
"Apakah dia target potensial untuk Barca? Saya belum menanyakannya. Proyek olahraga bekerja dengan cara berbicara kepada klub-klub. Saya rasa (Manchester) City tidak ingin menjual Haaland," tutur Font.
Pelatih Baru
Selain pemain, isu pelatih juga menjadi perhatian. Posisi Hansi Flick tidak sepenuhnya aman di mata Font. Ia mengakui belum berbicara langsung dengan pelatih asal Jerman tersebut.
Font bahkan berjanji akan melepas Direktur Olahraga, Deco, yang memicu spekulasi bahwa Flick bisa saja mundur. Meskipun sempat menyebut Flick sebagai bagian integral dari performa luar biasa tim, Font kemudian membuka wacana soal kandidat pengganti.
"Luis Enrique? Dia pelatih hebat dan cocok dengan proyek olahraga yang seharusnya dimiliki Barca, sama seperti Flick, (Pep) Guardiola, (Mikel) Arteta, Cesc (Fabregas)," ujar Font.