Liverpool Runtuh di Etihad, Dilibas Manchester City 4-0 di Perempat Final Piala FA

Liverpool menelan kekalahan telak 4-0 dari Manchester City di perempat final Piala FA. Alisson dan sejumlah pilar penting The Reds alami cedera serius.

Liverpool mengalami kehancuran besar setelah takluk 4-0 dari Manchester City di perempat final Piala FA, Sabtu lalu di Etihad Stadium. Kekalahan ini menjadi yang ke-15 bagi The Reds musim ini, sekaligus mengakhiri harapan mereka untuk meraih trofi domestik. Manajer Arne Slot kini menghadapi tekanan berat di tengah badai cedera yang menimpa tim.

Situasi ini diperparah dengan kondisi skuad yang tengah dilanda masalah cedera, terutama menjelang duel krusial perempat final Liga Champions melawan Paris Saint-Germain. Sejumlah pemain inti dipastikan absen dalam periode penting bulan April, menimbulkan kekhawatiran serius akan konsistensi performa tim yang masih bersaing di berbagai kompetisi.

Badai cedera menimpa Liverpool dari penjaga gawang hingga lini serang. Alisson Becker dipastikan tidak akan bermain dalam dua leg melawan PSG dan beberapa pertandingan penting lainnya. Cedera yang dialaminya membuat kiper utama tersebut harus menepi cukup lama, termasuk saat derby Merseyside kontra Everton.

“Dia tidak akan bermain melawan PSG. Dia akan absen sedikit lebih lama. Kami berharap dia kembali menjelang akhir musim,” ujar Arne Slot, seperti dilansir dari Bola. Namun, Alisson sendiri memberikan sinyal positif terkait pemulihannya, menyatakan bahwa dia tidak mengalami cedera baru dan berencana kembali dalam kondisi penuh pada akhir April.

Di lini serang, Alexander Isak masih berpacu dengan waktu untuk bisa tampil. Striker tersebut baru kembali berlatih setelah absen panjang akibat cedera patah kaki. “Masih terlalu cepat untuk memainkannya sebagai starter. Dia baru pertama kali berlatih setelah 100 hari absen,” kata Slot. Kondisi ini menuntut kehati-hatian dalam proses comeback-nya di tengah intensitas tinggi Liga Champions.

Daftar Cedera Semakin Panjang

Selain Alisson dan Isak, Liverpool juga kehilangan beberapa pemain lain hingga akhir musim. Wataru Endo dipastikan menepi lama karena cedera kaki serius, bahkan ada kemungkinan baru kembali menjelang Piala Dunia. “Dia akan absen lama. Kami belum tahu berapa lama, tapi ini cedera serius,” jelas Slot.

Di lini belakang, Conor Bradley harus mengakhiri musim lebih cepat akibat cedera ligamen lutut dan telah menjalani operasi. Nasib serupa dialami bek muda Giovanni Leoni yang mengalami cedera ACL saat debutnya, dan diperkirakan absen hingga 12 bulan. Situasi ini menjadi tantangan besar bagi Liverpool, memaksa Arne Slot untuk memaksimalkan pemain yang tersedia.

Performa Liverpool yang Mengecewakan

Kekalahan dari Manchester City di Piala FA memperlihatkan betapa rapuhnya lini pertahanan Liverpool. Petaka dimulai saat Virgil van Dijk melakukan pelanggaran ceroboh di kotak terlarang, yang berujung pada gol penalti Erling Haaland di menit ke-39. Gol tersebut menjadi awal dari kehancuran, dengan City mencetak empat gol dalam 18 menit krusial sebelum dan sesudah turun minum, termasuk hat-trick dari Haaland dan satu gol dari Antoine Semenyo.

Kapten Virgil van Dijk mengakui kekecewaannya. “Kami mengecewakan fan, diri sendiri, dan manajer. Terutama di babak kedua, cara kami bermain sangat menyakitkan. Kami seolah menyerah, dan itu tidak boleh terjadi,” ujar bek asal Belanda tersebut. Efektivitas menjadi pembeda besar, di mana Mo Salah gagal mengeksekusi penalti, sementara Haaland tampil klinis tanpa ampun.

Menyaksikan penampilan Liverpool musim ini, banyak penggemar merasa kecewa. Inkonsistensi di Liga Premier dan kesulitan di kompetisi Inggris lainnya menjadi sorotan. Penurunan performa dianggap bukan hanya karena masalah personel seperti absennya Alisson Becker, tetapi juga stagnasi performa pemain kunci seperti Mohamed Salah. Striker Mesir itu dinilai kehilangan insting membunuhnya, membuat serangan Liverpool kurang percaya diri.

Gelandang seperti Szoboszlai, Gravenberch, dan Jones juga bermain di bawah potensi mereka, sehingga lini tengah Manchester City dapat dengan mudah menekan dan mengganggu permainan. Pertahanan Liverpool yang runtuh membuat bek veteran seperti Van Dijk terlihat rentan dan lambat, kerap melakukan kesalahan posisi yang dimanfaatkan Man City. Rekan-rerekannya seperti Konate dan Gomes juga tampak kelelahan dan inkonsisten menghadapi serangan cepat.

Kemungkinan fokus pada perempat final Liga Champions melawan PSG minggu depan mungkin menjadi salah satu penyebab kekalahan ini. Namun, jika Liverpool terus bermain dengan performa seperti ini, peluang mereka untuk melaju jauh di kompetisi Eropa sangat tipis. Tim asuhan Slot harus menemukan kembali identitasnya untuk bisa bangkit dalam waktu dekat.

Recommended