Liverpool resmi tersingkir dari babak perempat final Liga Champions 2025/26 setelah menderita kekalahan agregat dari Paris Saint-Germain (PSG) pada laga penentuan di Stadion Anfield yang berakhir Rabu (15/4/2026). Kegagalan ini mengakhiri ambisi trofi Eropa The Reds musim ini.
Sebagaimana dilansir dari Bola, skuad asuhan Arne Slot gagal membalikkan keadaan setelah tertinggal dua gol pada leg pertama. Meski bermain di hadapan pendukung sendiri, performa tim dinilai datar dan gagal menunjukkan intensitas yang diperlukan untuk melakukan kebangkitan dramatis.
Kritik tajam mengarah pada keputusan taktis Slot, terutama pengungkapan kondisi kebugaran Alexander Isak sebelum laga dimulai. Pelatih asal Belanda itu secara terbuka menyatakan bahwa Isak hanya sanggup bermain selama 45 menit meski diturunkan sejak awal pertandingan.
Langkah tersebut dinilai memudahkan pelatih PSG, Luis Enrique, dalam menyusun strategi antisipasi. Keadaan diperparah dengan keputusan Slot mencadangkan Mohamed Salah, yang memicu kebingungan mengingat peran vital sang bintang di pertandingan besar.
Slot beralasan pemilihan Isak dan Hugo Ekitike bertujuan untuk memperkuat aspek fisik di lini depan. Namun, rencana tersebut berantakan ketika Ekitike harus ditarik keluar lapangan pada menit ke-32 akibat mengalami cedera.
Masuknya Salah sebagai pemain pengganti sempat memberikan peluang melalui Virgil van Dijk, tetapi kontribusi tersebut tidak cukup untuk mengejar ketertinggalan. Ketegangan internal juga terlihat saat Joe Gomez ditarik keluar hanya 22 menit setelah masuk tanpa adanya tanda cedera fisik.
Kegagalan di kompetisi Eropa ini menjadi pukulan telak mengingat laporan menyebutkan bahwa Slot telah memprioritaskan Liga Champions sejak Januari lalu. Hasil buruk ini menambah daftar kekecewaan setelah performa tim yang juga tidak konsisten di kompetisi domestik sepanjang musim debutnya.