Liverpool resmi tersingkir dari ajang Liga Champions setelah menelan kekalahan 0-2 dari Paris Saint-Germain (PSG) pada laga leg kedua di Stadion Anfield, Rabu (15/4/2026) dini hari WIB. Hasil ini membuat tim asuhan Arne Slot kalah dengan agregat total 0-4.
Kekalahan tersebut semakin menyulitkan posisi Arne Slot sebagai manajer setelah Liverpool gagal mencetak satu gol pun dalam dua pertemuan melawan wakil Prancis tersebut. Dilansir dari Bola, efektivitas serangan menjadi pembeda meski tuan rumah mendominasi jalannya pertandingan.
Kondisi skuad The Reds kian terpuruk setelah penyerang Hugo Ekitike terpaksa ditarik keluar lapangan pada babak pertama akibat mengalami cedera serius. Insiden ini memaksa manajemen taktik berubah cepat di tengah upaya mengejar ketertinggalan gol dari leg pertama.
"Tidak terlalu baik. Kita semua bisa melihat itu tidak terlihat baik. Mari kita tunggu dan lihat hasilnya," kata Arne Slot, Manajer Liverpool terkait kondisi Ekitike usai pertandingan. Slot juga mengonfirmasi kemungkinan absennya sang pemain untuk waktu yang belum ditentukan.
Berdasarkan data statistik yang dihimpun dari Bola, Liverpool sebenarnya memegang kendali permainan dengan penguasaan bola mencapai 57 persen. Mereka melepaskan 21 tembakan dengan 7 di antaranya tepat sasaran, namun tidak ada yang berbuah gol.
Sebaliknya, PSG tampil lebih klinis melalui dua gol yang dicetak oleh Ousmane Dembele pada menit ke-72 dan masa tambahan waktu 90+1. Kedisiplinan lini pertahanan skuad asuhan Luis Enrique memastikan tiket menuju babak semifinal tetap terjaga.
Ketegangan sempat memuncak saat wasit menganulir keputusan penalti bagi Liverpool menyusul insiden yang melibatkan Alexis Mac Allister. Setelah melakukan tinjauan VAR, wasit membatalkan hukuman penalti tersebut yang memicu rasa frustrasi di kubu tuan rumah.
Terkait kondisi klub, Slot sempat memberikan sinyal mengenai tantangan di bursa transfer yang mengharuskan penjualan pemain terlebih dahulu sebelum melakukan pembelian. Tekanan terhadap manajer asal Belanda ini diperkirakan terus meningkat seiring hilangnya peluang trofi di kompetisi utama musim ini.