Maarten Paes kembali menjadi sorotan setelah Ajax Amsterdam bermain imbang melawan PEC Zwolle pada Minggu (01/03/2026). Penjaga gawang Timnas Indonesia yang memperkuat Ajax ini dikritik meski berhasil mencatatkan clean sheet.
Setelah debutnya bersama Ajax berakhir imbang 1-1 melawan NEC Nijmegen, Paes kembali dipercaya tampil sebagai starter saat melawan PEC Zwolle di pekan ke-25 Eredivisie 2025/2026.
Pertandingan yang berlangsung di MAC³PARK Stadion berakhir dengan skor 0-0. Walaupun Paes tidak kebobolan, penampilannya tetap menuai sorotan tajam.
Selama 90 menit pertandingan, Paes tercatat melakukan dua penyelamatan krusial, dua kali diving save, dua kali saves in the box, 11 kali recoveries, dan satu kali sapuan. Fotmob memberikan rating 7,8, yang tertinggi di timnya.
Namun, Paes juga melakukan beberapa kesalahan yang nyaris berakibat fatal. Beruntung, penyelesaian akhir pemain Zwolle kurang optimal, sehingga gawangnya tetap aman.
Dua analis dari ESPN Nederland, Kenneth Perez dan Marciano Vink, menyoroti penampilan Ajax, termasuk performa Maarten Paes, dalam pertandingan melawan PEC Zwolle. Keduanya menilai Ajax sering kehilangan penguasaan bola, dan Paes dianggap sebagai salah satu penyebabnya.
Perez secara khusus mengkritik Paes setelah melihat beberapa cuplikan penampilannya. "Mereka memiliki kiper yang paling merepotkan dalam sejarah," kata Perez.
"Paes itu, dia memainkan bola-bola paling gila. Anda harus menjaganya dengan bersih, atau tidak menjaganya sama sekali," lanjut analis asal Denmark tersebut.
Persaingan di Klasemen
Dengan hasil imbang melawan NEC dan Zwolle, Ajax naik satu peringkat ke posisi tiga dengan 44 poin. Mereka beruntung karena dua pesaingnya, Feyenoord dan NEC Nijmegen, mengalami kekalahan.
PSV Eindhoven masih kokoh di puncak klasemen dengan 65 poin dan berpeluang besar meraih gelar juara untuk ketiga kalinya secara beruntun. Feyenoord berada di posisi kedua dengan 48 poin.
Ajax harus berjuang keras untuk mengejar selisih empat poin demi merebut posisi runner-up. Persaingan untuk tiket Liga Champions semakin ketat, mengingat Belanda hanya memiliki dua jatah.
Dengan sembilan pertandingan tersisa, ketiga tim berpeluang untuk finis di posisi kedua.