Performa Maarten Paes sebagai penjaga gawang Ajax Amsterdam mendapatkan sorotan tajam dari sejumlah pengamat sepak bola Belanda. Kritik tersebut muncul setelah serangkaian penampilan yang dinilai belum memuaskan, seiring dengan hasil kurang optimal yang diraih klub raksasa Eredivisie itu.
Paes, yang juga merupakan penjaga gawang Timnas Indonesia, menjadi andalan di bawah mistar gawang Ajax saat dipermalukan 1-2 oleh FC Twente pada pekan ke-29 Eredivisie 2025/2026, Sabtu (5/4/2026), di Johan Cruyff ArenA. Hasil ini menambah panjang daftar kekecewaan bagi Ajax dan fans.
Menurut laporan dari Bola.com, duo pundit kenamaan Belanda, René van der Gijp dan Johan Derksen, secara terbuka melontarkan penilaian negatif terhadap Paes. Keduanya bahkan mempertanyakan keputusan Ajax merekrut sang kiper.
Dalam pertandingan melawan FC Twente, Ajax sempat tertinggal pada menit ke-18 oleh gol Ramiz Zerrouki. Meskipun Wout Weghorst berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-32, kelengahan di babak kedua membuat Bart van Rooi mencetak gol kemenangan Twente pada menit ke-79, mengakhiri laga dengan skor 1-2.
Kekalahan ini sangat merugikan Ajax yang tengah berjuang untuk meraih tiket otomatis ke Liga Champions. Pasukan Oscar Garcia kini masih tertahan di posisi kelima dengan 48 poin, tertinggal enam angka dari Feyenoord di urutan kedua dan lima poin dari NEC Nijmegen di posisi ketiga, seperti dilansir Bola.com.
Statistik menunjukkan bahwa dalam duel kontra Twente, Maarten Paes melakukan tiga penyelamatan penting dari 51 sentuhan bola, termasuk upaya membangun serangan. Ia juga mencatat enam kali kontribusi defensif, meskipun harus kebobolan dua gol.
Kritikan Pedas dari Pengamat
Media Belanda, Voetbal Primeur, melaporkan bahwa René van der Gijp dan Johan Derksen tidak memiliki pandangan positif terhadap Maarten Paes. Mereka bahkan menyebut Paes sebagai 'kiper yang cacat'.
Van der Gijp, yang melihat rekaman permainan Paes, berkomentar, "Saya melihat dia melakukan hal-hal yang membuat saya berpikir: itulah mengapa Anda memakai sarung tangan. Kiper yang buruk." Pernyataan ini disampaikan sambil tertawa di akhir siaran Vandaag Inside pada Senin (6/4/2026).