PT Mobil Anak Bangsa (MAB) resmi menggandeng perusahaan asal China, Shandong Runhorse Electric Vehicle Co., Ltd (Runhorse EV), untuk mengembangkan ribuan unit kendaraan listrik di Indonesia pada Jumat, 24 April 2026. Penandatanganan Nota Kesepahaman ini bertujuan untuk mempercepat adopsi transportasi ramah lingkungan melalui skema penyewaan atau leasing.
Dilansir dari Medcom, kolaborasi strategis ini mematok target pengadaan hingga 5.000 unit kendaraan listrik secara bertahap. Sebagai langkah awal, kedua perusahaan akan melakukan perakitan sebanyak 1.000 unit untuk menguji respons pasar domestik serta membangun fondasi operasional di tanah air.
Kemitraan ini mencakup cakupan bisnis yang luas, mulai dari manajemen operasional, pengembangan pasar, hingga penyediaan layanan pendukung teknis. MAB akan mengoptimalkan jaringan distribusi lokal, sementara Runhorse EV berperan dalam manufaktur dan teknologi kendaraan listrik ringan hingga komersial.
"Kerja sama ini tidak hanya memperluas akses terhadap kendaraan listrik, tetapi juga menjadi bagian dalam pengembangan ekosistem kendaraan Listrik di Indonesia," ujar Kelik Irwantono, Direktur Utama PT Mobil Anak Bangsa.
Kelik menjelaskan bahwa integrasi kekuatan kedua pihak diharapkan mampu menciptakan mobilitas yang lebih efisien bagi masyarakat. Penjajakan teknis akan terus dilakukan untuk mematangkan struktur kerja sama agar sesuai dengan dinamika pasar otomotif nasional yang terus berkembang.
Runhorse EV dikenal sebagai produsen kendaraan listrik asal Provinsi Shandong yang fokus pada solusi transportasi komersial. Sementara itu, MAB merupakan pemain lokal yang telah memproduksi bus, truk, dan sepeda motor listrik sejak didirikan pada tahun 2017.
Ekspansi MAB sebelumnya telah mencakup penyediaan armada untuk instansi pemerintah dan perusahaan swasta. Melalui entitas PT Motor Anak Bangsa (MOAB), perusahaan juga telah meluncurkan merek sepeda motor listrik bernama Electro guna menyasar segmen konsumen yang lebih luas.