Manajer PSIM Yogyakarta Razzi Taruna Mengundurkan Diri

Razzi Taruna resmi mundur dari jabatan manajer PSIM Yogyakarta pada Kamis (30/4/2026), manajemen pastikan fokus tim tetap terjaga.

Manajemen PSIM Yogyakarta mengonfirmasi pengunduran diri Razzi Taruna dari posisi manajer tim pada Kamis (30/4/2026) di tengah bergulirnya kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Keputusan ini diumumkan tak lama setelah klub berjuluk Laskar Mataram tersebut mengalami kekalahan 0-1 dari Persita Tangerang.

Dilansir dari Bola, Direktur Utama PSIM Yogyakarta, Liana Tasno, memberikan apresiasi atas dedikasi Razzi selama tiga tahun masa pengabdiannya. Razzi tercatat memiliki peran penting, termasuk membawa tim menjuarai Liga 2 musim 2024/2025.

"Kami mengucapkan terima kasih atas jerih payah dan perjuangan Razzi bersama Laskar Mataram. Kami sangat menghargai keputusan pribadinya dan mendoakan yang terbaik untuk Razzi ke depannya," ujar Liana Tasno, Direktur Utama PSIM Yogyakarta.

Liana memastikan bahwa operasional klub tidak akan terganggu oleh transisi kepemimpinan ini. Manajemen telah menyiapkan mekanisme internal agar stabilitas tim tetap terjaga sesuai dengan standar profesionalisme yang berlaku di organisasi.

Saat ini, PSIM Yogyakarta berada di peringkat ke-11 klasemen sementara dengan perolehan 39 poin. Dari 30 pertandingan yang telah dijalani, tim asuhan Jean-Paul van Gastel mengantongi sembilan kemenangan, 12 hasil imbang, dan sembilan kekalahan.

Manajemen kini memfokuskan seluruh energi untuk menyelesaikan empat pertandingan tersisa di musim reguler dengan hasil maksimal. Fokus klub juga mencakup persiapan skuad untuk musim depan dan pengembangan program pembinaan pemain usia muda.

Dalam jadwal sisa kompetisi, PSIM Yogyakarta akan menghadapi tantangan berat melawan sejumlah klub besar. Laskar Mataram dijadwalkan bertanding melawan Persib Bandung, Malut United, Madura United, dan Arema FC.

Recommended