Manchester United meraih hasil imbang 0-0 saat bertandang ke markas Sunderland di Stadium of Light pada Senin (11/5/2026). Skor kacamata ini terjadi setelah pelatih Michael Carrick melakukan rotasi besar pada susunan pemain intinya.
Hasil tersebut menjadi sorotan karena Setan Merah tampil kurang agresif meski baru saja memastikan tiket Liga Champions musim depan. Dilansir dari Bola, tim tamu tercatat hanya mampu melepaskan satu tembakan tepat sasaran sepanjang jalannya pertandingan.
Sunderland justru tampil menekan dan memaksa kiper Manchester United, Senne Lammens, melakukan sejumlah penyelamatan krusial. Tekanan dari tuan rumah yang dipimpin Brian Brobbey dan Noah Sadiki membuat lini pertahanan tim asuhan Carrick bekerja keras selama satu jam pertama.
Keputusan Carrick melakukan lima perubahan komposisi pemain menjadi faktor utama penurunan performa tim. Absennya pilar utama seperti Benjamin Sesko dan Casemiro akibat cedera memberikan ruang bagi Mason Mount serta Joshua Zirkzee untuk tampil sejak awal laga.
Meski menguasai distribusi bola di lini tengah bersama Kobbie Mainoo, Mount dinilai gagal memberikan dominasi fisik seperti yang biasa dilakukan Casemiro. Sementara itu, penampilan Zirkzee di lini depan mendapat kritik karena dianggap tidak mampu mengikuti ritme permainan cepat tim.
"Ini pertandingan yang sulit. Kredit untuk Sunderland, kami tahu laga ini akan berat sejak awal," ujar Michael Carrick, Manajer Manchester United. Ia mengakui bahwa performa anak asuhnya kali ini bukanlah penampilan terbaik mereka musim ini.
Carrick membantah anggapan bahwa pasukannya mulai kehilangan motivasi setelah target masuk empat besar tercapai. Menurutnya, keberhasilan membawa pulang satu poin dalam kondisi performa yang tidak maksimal tetap menunjukkan karakter tim yang kuat.
Evaluasi mengenai kedalaman skuad menjadi mendesak mengingat Manchester United akan berkompetisi di empat ajang berbeda musim depan. Lini tengah dan posisi penyerang menjadi area yang dianggap paling membutuhkan penguatan kualitas pemain baru.
Saat ini, manajemen klub masih mempertimbangkan opsi untuk mempermanenkan status Michael Carrick sebagai pelatih kepala. Fokus tim kini beralih pada pembenahan taktik sebelum menutup musim kompetisi Premier League 2025/2026.