Pelatih AS Roma Gian Piero Gasperini membidik target besar untuk membawa timnya memenangkan kompetisi penting dalam kurun waktu tiga tahun ke depan setelah performa impresif di kompetisi domestik. Berdasarkan laporan yang dilansir dari Bola, kepastian tersebut muncul usai I Giallorossi menembus peringkat empat klasemen sementara Serie A.
Posisi empat besar diamankan klub ibu kota setelah mencatat kemenangan krusial 2-0 atas Lazio dalam laga Derby della Capitale. Hasil positif ini membuat klub asuhan eks jurutaktik Atalanta tersebut hanya membutuhkan satu kemenangan tambahan guna mengamankan tiket menuju babak kualifikasi Liga Champions musim depan. Catatan ini menjadi pencapaian signifikan mengingat AS Roma terakhir kali berkompetisi di kasta tertinggi Eropa tersebut pada musim 2018/2019.
Ketika disinggung mengenai ambisinya untuk mempersembahkan piala bagi serigala ibu kota, sang pelatih menegaskan komitmen jangka panjangnya beserta target realistis yang telah disusun.
"Tentu saja ya: Saya memberi diri saya waktu tiga tahun. Mencaching Liga Champions itu sulit, saya telah menetapkan tujuan ini untuk diri saya sendiri," tutur Gian Piero Gasperini.
Mantan pelatih Atalanta itu kemudian memberikan penjelasan tambahan mengenai strategi pembangunan tim yang berkelanjutan demi menjaga performa klub agar tetap berada di level tertinggi.
"Untuk tim yang berkelanjutan, Anda hanya akan menjadi tim yang solid melalui hasil, dan Anda selalu perlu meningkatkan standar," tambah Gian Piero Gasperini.
Evaluasi positif juga diberikan oleh sang pelatih mengenai dinamika internal tim serta relasi kerja yang harmonis bersama para pemain sepanjang tahun pertamanya menukangi klub asal ibu kota Italia tersebut.
"Musim ini luar biasa atas apa yang telah kami capai," ungkap Gian Piero Gasperini.
Kepercayaan diri yang tinggi di dalam skuad dinilai menjadi faktor krusial yang membantu klub melewati periode sulit kompetisi hingga mampu menembus papan atas klasemen.
"Saya tidak pernah memiliki masalah dengan tim, dan seperti saya, mereka selalu percaya bahwa kami dapat mencapai hasil ini," kata Gian Piero Gasperini.
Menjelang penutupan kompetisi Serie A, fokus penuh langsung dialihkan pada pertandingan penentu yang akan dihadapi skuadnya dalam waktu dekat.
"Sekarang hanya tersisa satu pertandingan, dan kami seharusnya baik-baik saja: ini akan menjadi tantangan besar," tambah Gian Piero Gasperini.
Meskipun posisi klub saat ini sudah berada di atas angin untuk finis di zona empat besar, kesiapan mental tetap menjadi sorotan utama. Pertandingan pamungkas melawan Verona dipastikan bakal dihadapi dengan pengerahan 100 persen kemampuan tim.
"Saya sudah banyak merasakan persaingan ketat dan saya selalu bersaing hingga akhir untuk tiket Liga Champions. Saya tahu bahwa selama periode ini, akan menjadi musim yang berbeda," tutur Gian Piero Gasperini.
Apresiasi mendalam turut disampaikan oleh juru taktik tersebut atas kerja keras serta dedikasi total yang ditunjukkan oleh seluruh elemen pemain sepanjang musim bergulir.
"Kami telah memberikan begitu banyak satu sama lain: kemitraan ini luar biasa, dan saya selalu berterima kasih kepada tim, yang tidak pernah saya ragukan," lanjut Gian Piero Gasperini.
Pada sisi lain, atmosfer sepak bola Italia juga dimeriahkan oleh rival mereka, Inter Milan, yang menggelar parade juara di kota Milan pada Minggu, 17 Mei 2026. Perayaan masif yang dihadiri ribuan tifosi dari Stadion San Siro menuju Piazza Duomo tersebut dilakukan setelah Il Biscione memastikan gelar Serie A ke-21 dan trofi Coppa Italia ke-10 mereka musim ini.