Mantan pemain Arsenal, Perry Groves, memicu perdebatan setelah menyarankan pemain Arsenal di Timnas Inggris untuk berpura-pura cedera. Tujuannya, menurut dia, adalah demi menjaga kebugaran pemain untuk kepentingan klub.
Groves menyampaikan komentarnya dalam program "Inside Gooners" di talkSPORT, menyoroti padatnya jadwal yang dihadapi Arsenal musim ini.
Ia menyarankan pemain kunci seperti Declan Rice dan Bukayo Saka tidak bermain penuh di jeda internasional Maret. Hal ini bertujuan agar mereka tetap fit saat Arsenal berjuang di berbagai kompetisi.
Arsenal saat ini masih berpeluang meraih empat gelar. Mereka telah mencapai perempat final Liga Champions, memimpin klasemen Premier League dengan keunggulan sembilan poin, dan akan menghadapi Southampton di perempat final Piala FA. Arsenal juga berpeluang mengakhiri puasa gelar selama enam tahun saat melawan Manchester City di final Carabao Cup.
Tim asuhan Mikel Arteta telah memainkan 49 pertandingan musim ini. Jumlah ini berpotensi bertambah menjadi 60 laga sebelum musim berakhir, bahkan jika mereka tersingkir dari Liga Champions dan Piala FA.
Declan Rice mengakui padatnya jadwal pertandingan membuatnya kelelahan.
"Saya benar-benar kelelahan. Jadwalnya padat tanpa henti," kata Rice kepada TNT Sports.
"Kami masih bermain di semua kompetisi, jadi sejak Oktober kami bermain setiap tiga hari. Ini berbeda, tapi kami berusaha menghadapinya sebaik mungkin."
Rice telah tampil 43 kali untuk Arsenal di semua kompetisi musim ini. Ia juga bermain dalam 10 laga terakhir Timnas Inggris sejak pulih dari cedera jari kaki pada November 2024.
Saran Kontroversial Groves
Groves menekankan pentingnya meminimalkan risiko cedera pada pemain kunci Arsenal di periode krusial ini.
Ia berharap ada kesepakatan dengan pelatih Timnas Inggris agar pemain seperti Rice dan Saka hanya bermain satu kali dalam dua laga uji coba melawan Uruguay dan Jepang.
Namun, jika kesepakatan tidak tercapai, Groves menyarankan langkah ekstrem.
"Kalau tidak bisa ada kesepakatan, bilang ke Declan Rice, Saka, dan para pemain internasional lainnya, 'katakan ke pelatih timnas bahwa Anda mengalami kram betis atau sedikit masalah di punggung. Jangan bermain, kembali ke klub'," ujarnya.
Groves menegaskan bahwa momen ini sangat penting dalam karier para pemain Arsenal.
"Ini akan menjadi waktu paling penting dalam karier mereka. Saya tidak peduli dengan pertandingan internasional, saya tidak peduli dengan Piala Dunia."
"Dalam karier klub, mereka berada di ambang sejarah. Jadi, kalau harus mengorbankan satu kesempatan dan tidak bermain untuk negara, ya sudah. Kesempatan seperti ini tidak datang setiap musim," tutur Groves.
Groves menegaskan bahwa klub lebih penting daripada negara.
"Bagi saya, klub lebih penting daripada negara. Saya lebih memilih kami memenangkan League Cup daripada Inggris menjuarai Piala Dunia," cetusnya.
"Saya mendapatkan kebahagiaan yang jauh lebih besar ketika Arsenal meraih trofi. Kalau Inggris tidak juara Piala Dunia, Anda mungkin sedih satu atau dua hari. Tapi, kalau Anda fans Arsenal, itu bisa membuat Anda kecewa selama dua atau tiga pekan," katanya.
Arsenal terakhir kali meraih trofi besar pada 2020 saat menjuarai Piala FA. Kini, mereka berpeluang mengakhiri penantian itu, sekaligus memburu gelar liga pertama sejak musim tak terkalahkan pada 2003/2004.