Marc Cucurella Kritik Pergantian Pelatih Chelsea

Bek Chelsea, Marc Cucurella, mengkritik kebijakan klub yang sering mengganti pelatih, menganggapnya pemicu ketidakstabilan tim belakangan ini.

Kebijakan manajemen Chelsea terkait pergantian pelatih di tengah musim mendapat kritik terbuka dari bek Marc Cucurella. Menurutnya, keputusan tersebut menjadi salah satu faktor utama di balik performa tim yang kurang stabil dalam beberapa waktu terakhir, dilansir dari Bola.

Klub London Barat itu memang melakukan pergantian pelatih pada awal tahun 2026. Enzo Maresca yang sebelumnya menjabat, sepakat untuk meninggalkan klub setelah hubungan dengan pihak manajemen memburuk. Posisi pelatih sempat diisi sementara oleh Calum McFarlane sebelum Liam Rosenior akhirnya ditunjuk sebagai pelatih tetap.

Meski sempat membawa harapan baru di awal kepemimpinan Rosenior, performa tim kemudian mengalami penurunan signifikan. Mereka tersingkir dari Liga Champions dan Carabao Cup, serta mencatat empat kekalahan beruntun di berbagai kompetisi.

Cucurella menilai bahwa pergantian pelatih yang dilakukan di tengah jadwal pertandingan padat menjadi kendala serius bagi tim untuk beradaptasi dengan ide permainan baru. Ia menjelaskan bahwa kurangnya waktu latihan membuat rencana strategis sulit diterapkan.

“Liam adalah sosok yang sangat baik dan mampu menangani grup dengan bagus. Ide sepak bolanya juga menarik, tetapi kami tidak punya waktu untuk melatihnya,” ujar Cucurella.

Pemain asal Spanyol itu menambahkan bahwa dengan jadwal pertandingan setiap tiga hari sekali, sesi latihan lebih banyak difokuskan pada pemulihan fisik dan persiapan pertandingan. “Dalam situasi seperti ini, wajar jika rencana tidak selalu berjalan baik,” lanjutnya.

Stabilitas di Bawah Maresca Lebih Terasa

Cucurella mengungkapkan bahwa tim justru merasakan stabilitas yang lebih baik ketika masih dilatih oleh Enzo Maresca. Ia bahkan menyebut Maresca sebagai figur yang paling berpengaruh selama dirinya berada di Chelsea.

Ia juga menyoroti pentingnya waktu bagi sebuah tim untuk benar-benar memahami filosofi permainan seorang pelatih. Hal ini, menurut Cucurella, sulit tercapai jika pergantian dilakukan secara mendadak di tengah musim.

“Bersama Maresca, kami jauh lebih stabil karena sudah bekerja sama selama 18 bulan. Di periode akhir, kami seperti bermain dengan insting karena sudah sangat memahami sistem,” katanya.

Pentingnya Kesabaran dan Kepercayaan Klub

Dalam pandangannya, klub perlu memiliki kesabaran dan memberikan kepercayaan jangka panjang kepada pelatih. Cucurella mencontohkan Mikel Arteta di Arsenal, yang mendapat dukungan penuh hingga mampu membawa timnya bersaing memperebutkan berbagai trofi.

“Anda butuh proses. Lihat Arsenal sekarang, mereka bersaing untuk semua trofi. Arteta sudah hampir tujuh tahun di sana, dan kepercayaan itu akhirnya membuahkan hasil,” ujarnya.

Cucurella juga menegaskan bahwa keputusan untuk melepas Maresca memiliki dampak besar bagi tim. “Keputusan itu sangat berpengaruh. Jika Anda bertanya kepada saya, saya tidak akan melakukannya di tengah musim. Lebih baik menunggu sampai akhir musim agar semua punya waktu untuk beradaptasi,” tegas Cucurella.

Dampak Nyata Ketidakstabilan

Menurut Cucurella, situasi yang dihadapi Chelsea saat ini adalah konsekuensi langsung dari perubahan yang terlalu cepat di tingkat pelatih. Komentar ini memperpanjang daftar kritik terhadap kebijakan manajemen Chelsea, yang dikenal sering melakukan pergantian pelatih dalam waktu singkat beberapa musim terakhir.

“Ketidakstabilan ini datang dari situasi tersebut. Kami sempat ditangani pelatih sementara, lalu pelatih baru dengan ide baru, tapi tanpa waktu untuk mengembangkannya. Itulah realitanya,” pungkasnya.

Recommended