Marc Marquez, juara dunia bertahan MotoGP, meminta semua pihak di tim Ducati untuk tetap tenang meskipun awal musim 2026 tidak memuaskan. Hal ini disampaikan setelah MotoGP Thailand 2026 di mana tak satu pun pembalap Ducati berhasil naik podium.
Balapan di Buriram menjadi catatan tersendiri bagi Ducati. Untuk pertama kalinya sejak Grand Prix Inggris 2021, tidak ada pembalap Ducati yang berhasil meraih podium. Catatan 88 grand prix beruntun dengan raihan podium pun terhenti. Marco Bezzecchi dari Aprilia justru tampil dominan dan keluar sebagai pemenang.
Ducati bahkan terpaut lebih dari 15 detik dari pemenang lomba, dengan hasil terbaik hanya posisi keenam yang diraih oleh Fabio Di Giannantonio. Sementara itu, peluang podium Marquez hilang setelah mengalami masalah pada roda belakang di lap ke-21.
Davide Tardozzi, Bos Ducati, mengakui bahwa timnya belum sepenuhnya memahami penyebab penurunan performa di Buriram, mengingat performa mereka kuat dalam tes sebelumnya di sirkuit yang sama.
Menanggapi hasil tersebut, Marquez meminta semua pihak untuk tetap tenang. "Tentu saja Ducati sedang bekerja," kata Marquez kepada TNT Sport. "Kami perlu bekerja dengan baik, kami perlu bekerja keras, tetapi tidak ada kepanikan."
Marquez menambahkan bahwa timnya perlu menganalisis perbedaan penggunaan casing dan ban pada balapan tersebut. "Di sini menggunakan casing yang berbeda, ban yang berbeda. Mari kita lihat balapan berikutnya," imbuhnya. Ia juga menegaskan pentingnya untuk terus bekerja keras dan tidak berpuas diri.
Mengenai masalah ban yang dialaminya, Marquez enggan menyalahkan pihak manapun. "Saya tidak ingin membuang waktu," kata Marquez. "Saya hanya ingin memikirkan balapan berikutnya. Ini bukan masalah Michelin, dan ini bukan masalah trek."
Marquez menjelaskan bahwa kerusakan yang dialaminya cukup aneh. "Kerb ganda itu bagus untuk beberapa alasan, tetapi hari ini kami melihat sesuatu yang tidak biasa. Tapi, itu terjadi. Sangat aneh karena bahkan pelek benar-benar rusak. Jadi, saya merasa sangat beruntung itu tidak menjadi highside besar," kata Marquez.
Meskipun memulai balapan dengan lambat, Marquez merasa daya saingnya masih ada. Ia menjelaskan bahwa pendekatan tersebut diambil untuk menjaga kondisi fisiknya, terutama bahunya yang belum pulih sepenuhnya. "Saya sangat tenang di awal," aku pembalap berusia 33 tahun itu.
Marquez menambahkan, "Saya tahu ini akan menjadi balapan panjang untuk ban dan untuk kondisi fisik saya, dan saya berkata, 'Oke, saya ingin tenang, tidak masalah jika mereka menyalip saya'. Kemudian ketika tersisa 10 lap, saat itulah saya mulai menyerang. Setiap lap saya semakin dekat ke posisi podium, mengejar Raul dan Pedro. Tapi oke, hari ini kami mendapat nol poin, tetapi yang terpenting adalah levelnya ada," tegasnya.