Meski berstatus juara dunia bertahan MotoGP 2025 dan baru saja meraih gelar kelas utama ketujuh, Marc Marquez menghadapi awal musim 2026 dengan tantangan yang tidak ringan. Pembalap berjuluk The Baby Alien ini mengakui bahwa setiap musim baru kini terasa lebih berat, namun bukan karena faktor usia yang telah menginjak 33 tahun.
Permasalahan utama yang membayangi Marquez adalah cedera. Seperti dilansir dari Bola, Marquez secara terbuka menjelaskan bahwa pemulihan fisik setelah balapan menjadi lebih lama. Serangkaian cedera membuatnya kesulitan dalam persiapan musim baru, bahkan musim dingin lalu dihabiskan untuk memulihkan patah tulang bahu serius.
Patah tulang bahu tersebut merupakan dampak dari tabrakan dengan Marco Bezzecchi pada MotoGP Mandalika tahun sebelumnya. Insiden itu memaksa Marquez menutup musim lebih cepat dan baru kembali mengaspal pada Januari 2026.
Secara mental, Marquez mengklaim dirinya masih memiliki agresivitas yang sama di lintasan. Namun, kondisi fisiknya yang membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih menjadi kendala signifikan. Hal ini memengaruhi kesiapan optimalnya menjelang balapan.
Meskipun menunjukkan performa solid dalam tes pramusim, Marc Marquez belum menandatangani kontrak baru dengan tim Ducati. Penundaan ini terkait dengan keinginannya untuk memastikan bahwa kondisi bahunya benar-benar pulih sepenuhnya sebelum mengikat komitmen jangka panjang dengan tim.
Kabarnya, Ducati telah menawarkan kontrak berdurasi dua tahun, dan pengumuman resmi diharapkan akan dilakukan sebelum seri pembuka di Thailand. Jika tidak ada perubahan, Marquez diproyeksikan akan berbagi garasi dengan Pedro Acosta musim depan, sementara Pecco Bagnaia disebut-sebut akan bergabung dengan Aprilia.
Pandangan Mantan Pembalap: Melandri Prediksi Marquez Tetap Favorit
Di tengah awal musim yang terseok-seok, Marc Marquez masih dianggap sebagai kandidat kuat peraih gelar juara MotoGP 2026. Prediksi ini datang dari mantan pembalap, Marco Melandri, seperti dikutip dari Bola. Melandri bahkan mengejutkan dengan menyatakan kemungkinan Marquez akan pensiun jika berhasil meraih gelar tahun ini.
Melandri menyoroti dua beban utama yang kini dipikul Marquez: cedera dari kecelakaan di MotoGP Indonesia 2025 yang masih terasa dampaknya, serta tekanan mental yang luar biasa. Setelah mengerahkan segalanya untuk merebut gelar pada 2025, ekspektasi untuk mempertahankan performa di 2026 menjadi sangat berat.
“Dia tetaplah pembalap paling komplet yang kita miliki, meski mungkin ledakannya tidak sehebat tahun lalu,” ujar Melandri. Menurut analisis Melandri, justru tekanan mental inilah yang lebih menguras energi Marquez dibandingkan cedera fisik. Namun, terlepas dari semua tantangan tersebut, Melandri tetap menempatkan Marquez sebagai favorit utama.
Ancaman Baru dari Marco Bezzecchi
Jalan Marc Marquez menuju gelar kesepuluh diwarnai ancaman baru dari Marco Bezzecchi, pembalap Aprilia Racing. Bezzecchi tampil impresif dengan meraih kemenangan di tiga balapan pembuka, menjadikannya pesaing serius bagi Marquez.
“Marquez tetap favorit saya, tapi kalau Bezzecchi bisa menjaga performa dan mengelola diri, dia benar-benar bisa jadi pesaing nyata,” tambah Melandri. Konsistensi Bezzecchi menciptakan tekanan tambahan yang signifikan bagi Marquez.
Mengenai wacana pensiun, Melandri memiliki pandangan yang jelas. Baginya, gelar juara 2026 bisa menjadi penutup yang sempurna bagi karier legendaris Marquez. “Kalau akhirnya dia juara, sangat mungkin dia memutuskan untuk gantung helm di akhir musim. Saya tidak akan terkejut sama sekali. Dia mungkin akan berhenti tepat setelah meraih gelar grand prix ke-10 itu,” tutur Melandri.
Persaingan MotoGP 2026 menjadi sangat menarik, menampilkan pembalap yang berada di puncak kepercayaan diri berhadapan dengan legenda yang berjuang membuktikan kemampuannya di tengah beban fisik dan mental yang tidak ringan.