Persaingan internal di tim Aprilia Racing untuk musim MotoGP 2026 mulai memanas lewat sebuah kelakar yang dilontarkan oleh Marco Bezzecchi. Pembalap asal Italia tersebut berseloroh siap membatasi pergerakan informasi data teknis kepada calon rekan setimnya, Jorge Martin.
Seperti dikutip dari Bola, Bezzecchi berguyon ingin membangun dinding pembatas di dalam area paddock mereka. Langkah ini menyerupai trik psikologis sekaligus taktik legendaris yang pernah diterapkan oleh Valentino Rossi di masa lalu.
Performa Bezzecchi sendiri terbilang sangat impresif sejak roda kompetisi musim ini bergulir. Dirinya sukses menyapu bersih kemenangan pada tiga seri perdana, bahkan mempertahankan rekor tidak terkalahkan dalam balapan utama hari Minggu sejak seri Portugal tahun lalu dengan total memimpin jalannya balapan selama 121 pangkuan (lap).
Kendati demikian, posisi Bezzecchi di puncak klasemen sementara masih belum sepenuhnya aman dari kejaran rival. Menjelang bergulirnya Grand Prix Spanyol pada akhir pekan ini, dirinya hanya mengantongi keunggulan tipis empat poin dari Jorge Martin.
Martin terus menempel ketat di posisi kedua setelah berhasil naik podium secara beruntun dalam balapan di Brasil dan Amerika Serikat. Tidak hanya itu, pembalap asal Spanyol tersebut juga sukses mengamankan kemenangan dalam sesi balapan sprint yang berlangsung di Austin.
Pasca-balapan di Austin, Martin sempat mengutarakan niatnya untuk mempelajari sekaligus meniru metode yang digunakan Bezzecchi dalam menjinakkan motor RS-GP. Hal ini dilakukan agar dirinya mampu bersaing pada level performa yang setara.
Bezzecchi memberikan respons bernada gurauan saat diwawancarai oleh media asal Italia, Gazzetta dello Sport, mengenai ketertarikan Martin terhadap data pengembangannya.
"Kalau begitu, sekarang saya akan memasang tembok di garasi," ujarnya.
"Tidak,… tentu saja saya bercanda. Di satu sisi, saya senang; itu berarti saya melakukan pekerjaan dengan cukup baik."
"Tapi, karena dia juga sangat bagus, mungkin saya juga akan menirunya," imbuhnya.
Pernyataan jenaka dari pembalap berusia 27 tahun ini merujuk langsung pada peristiwa ikonik yang terjadi pada musim balap 2008. Kala itu, Valentino Rossi memutuskan untuk memasang sekat pemisah di dalam garasi tim Yamaha.
Kebijakan tersebut diambil Rossi guna melindungi kerahasiaan data teknis ban yang digunakannya. Pasalnya, saat itu Rossi dan sang pembalap debutan, Jorge Lorenzo, menggunakan jasa dari pemasok komponen ban yang berbeda.
Sekat pemisah di kubu Yamaha tersebut rupanya tetap dipertahankan hingga musim kompetisi tahun 2009. Padahal, pada musim tersebut otoritas penyelenggara sudah memberlakukan regulasi pemasok ban tunggal untuk seluruh pembalap.
Pencapaian Rekor Baru
Selain tensi persaingan yang mulai terbangun, dominasi kuat Bezzecchi pada awal musim ini juga ditandai lewat torehan sejarah baru. Catatan memimpin sebanyak 121 lap menjadi rekor tersendiri di kelas utama, sekaligus menggenapi rentetan hasil positifnya menjadi lima kemenangan beruntun khusus di balapan hari Minggu.
Bezzecchi sendiri mengaku baru mengetahui statistik luar biasa tersebut setelah performanya menjadi bahan perbincangan hangat di berbagai media massa.
"Luar biasa, ya? Saya baru menyadarinya ketika semua orang mulai menulis tentang itu," katanya.
"Lalu, saya mulai memikirkannya: ini hal besar, kepuasan yang luar biasa."
"Untuk sekarang, saya belum memikirkan soal apakah rekor ini akan terpecahkan. Kami berharap bisa menambah setidaknya 20 atau 30 lap lagi di posisi terdepan," ucapnya.
"Ini akan sulit. Tapi, saya akan mencoba," tambah pembalap Italia berusia 27 tahun itu.