Performa Arsenal di Liga Inggris menimbulkan pertanyaan mengenai kelanjutan karir Mikel Arteta sebagai manajer. Meski sempat memimpin klasemen, keunggulan mereka semakin menipis akibat hasil kurang memuaskan.
Emmanuel Petit, mantan gelandang Arsenal, berpendapat bahwa perpisahan antara Arteta dan klub London Utara cepat atau lambat akan terjadi. Ia bahkan memprediksi Arteta suatu saat akan melatih Barcelona.
Arteta saat ini tengah berusaha meraih trofi besar pertamanya setelah enam tahun terakhir melatih Arsenal. Musim ini, Arsenal berpeluang meraih gelar di Premier League, Piala FA, Piala Liga Inggris, dan Liga Champions.
Petit menyatakan bahwa koneksi Arteta dengan Barcelona sangat kuat. Namun, menurutnya, semua tergantung pada bagaimana Arteta ingin menjalani karir kepelatihannya, apakah ia ingin menetap di satu tempat untuk waktu yang sangat lama.
Tekanan terhadap Arteta terus meningkat. Setelah tiga musim beruntun menjadi runner-up liga, Arsenal kembali kesulitan dalam perburuan gelar. Hasil imbang 2-2 melawan Wolverhampton Wanderers menjadi sorotan, terutama karena mereka sempat unggul dua gol. Hasil itu membuka peluang bagi Manchester City untuk memangkas jarak di puncak klasemen.
Arteta mengaku sangat kecewa dengan performa timnya dan menegaskan bahwa standar permainan harus lebih tinggi. Walaupun kontraknya berlaku hingga Juni 2027, beberapa suporter mulai bertanya-tanya apakah ia mampu membawa Arsenal kembali ke puncak kejayaan.
Petit menilai koneksi kuat Arteta dengan Barcelona bisa menjadi faktor penting di masa depan. Arteta memulai karir juniornya di La Masia dan sempat bermain untuk tim B Barcelona sebelum pindah ke Paris Saint-Germain pada 2002.
Menurut Petit, jika Arteta meninggalkan Arsenal, kemungkinan besar ia akan melatih di luar Inggris daripada menangani klub Premier League lain, dengan Barcelona sebagai tujuan yang paling logis.
Petit juga menyebut nama Cesc Fabregas sebagai kandidat potensial pengganti Arteta suatu saat nanti. Fabregas, yang saat ini melatih Como, berhasil membawa klub tersebut promosi dari Serie B dan kini bersaing di papan atas Serie A untuk tiket kompetisi Eropa.
Petit berpendapat bahwa Fabregas menunjukkan karakter kepemimpinan yang kuat, termasuk keberaniannya menegur pemain secara terbuka dalam situasi tertentu. Hal itu dianggap sebagai tanda kematangan seorang pelatih muda. Dengan kontrak hingga 2028 di Como, Fabregas memang masih memiliki proyek jangka panjang, tetapi performanya disebut telah menarik perhatian sejumlah klub besar Eropa.
Situasi ini membuat masa depan Arteta di Arsenal menjadi tanda tanya besar. Apakah ia akan pergi setelah meraih sukses besar, atau justru jika kembali gagal memenuhi ekspektasi?