Pembalap Tech3, Maverick Vinales, mengumumkan rencana untuk mengadopsi spesifikasi motor yang sama dengan rekan sesama tim KTM, Pedro Acosta, pada seri berikutnya MotoGP 2026. Keputusan ini diambil setelah Vinales mengakui adanya kesalahan fatal dalam penentuan setelan motor saat seri pembuka di Sirkuit Buriram, Thailand, yang berlangsung pada 27 Februari hingga 1 Maret lalu, dilansir dari Bola.
Padahal, ekspektasi terhadap Vinales cukup tinggi menjelang musim baru. Selama musim dingin, ia digadang-gadang mampu menjadi pesaing serius bahkan berpotensi merebut status pembalap utama KTM dari Pedro Acosta. Persiapan intensif juga telah dijalani Vinales, termasuk berlatih bersama juara dunia MotoGP tiga kali, Jorge Lorenzo.
Namun, kenyataan di Buriram jauh berbeda dari harapan. Pedro Acosta tampil sangat impresif dan berhasil memuncaki klasemen sementara usai balapan perdana. Sementara itu, Maverick Vinales justru gagal meraih satu poin pun, menunjukkan performa yang jauh di bawah ekspektasi awal.
Setelah hasil yang mengecewakan di Thailand, Vinales secara terbuka mengakui bahwa ia mengambil arah pengembangan motor yang keliru. Untuk mengatasi situasi ini, ia berencana menyamakan spesifikasi motornya dengan pembalap KTM lainnya.
“Saya jelas tidak senang. Sepanjang musim dingin saya bekerja dengan satu tujuan, yaitu bersaing di posisi teratas, tetapi kami sangat jauh dari itu,” ujar Vinales dalam wawancara dengan Marca. Ia menambahkan bahwa tidak mungkin merasa puas ketika target yang ditetapkan berbeda jauh dengan hasil yang didapat, meskipun ia mengakui balapan perdana tersebut sangat spesifik.
Pembalap yang telah mengoleksi 10 kemenangan di kelas utama MotoGP ini menjelaskan bahwa keputusan teknis yang diambil sepanjang pramusim menjadi penyebab utama penampilannya yang kurang maksimal. “Saya menghabiskan seluruh pramusim bekerja ke satu arah dengan motor yang saya pikir akan bekerja dengan baik. Namun pada akhirnya tidak berhasil. Itu kesalahan saya karena memilih komponen tersebut,” kata Vinales.
Vinales tetap optimis akan peluangnya untuk bangkit mengingat musim balap masih panjang. Salah satu langkah konkret yang akan diambil adalah menggunakan paket motor yang identik dengan yang digunakan pembalap KTM lainnya, termasuk Acosta. “Saya bisa menggunakan motor yang dipakai pembalap KTM lainnya, yang tampaknya bekerja sedikit lebih baik. Memang terasa buruk karena ini adalah balapan pertama, tetapi masih banyak seri tersisa untuk memperbaikinya,” jelas Vinales.
Meski demikian, penggunaan spesifikasi motor yang sama dengan Acosta belum tentu menjadi solusi instan bagi Vinales. Ada kemungkinan karakter motor tersebut tidak sepenuhnya cocok dengan gaya balapnya. Rekan setim Vinales di Tech3, Enea Bastianini, sebelumnya juga sempat menyoroti fokus pengembangan motor KTM RC16 yang dianggap terlalu berpusat pada kebutuhan Acosta.
Bastianini bahkan pernah menyampaikan permintaan agar KTM tidak hanya menjadikan Acosta sebagai acuan utama dalam pengembangan motor, melainkan juga mempertimbangkan kebutuhan para pembalap lain di tim. Kini, publik menantikan apakah perubahan pendekatan yang diambil Vinales akan mampu membantunya meraih hasil lebih baik pada seri-seri MotoGP 2026 berikutnya.