Valentino Rossi, legenda balap motor dunia, dikenal luas sebagai penghibur sejati di MotoGP. Ikon global ini memukau penggemar dengan senyum khas, selebrasi unik, dan aksi teatrikalnya di lintasan.
Namun, menurut juara dunia 500cc lima kali, Mick Doohan, Rossi memiliki sisi yang lebih serius. Dalam podcast Racing Back, Doohan mengungkapkan bahwa The Doctor sangat fokus dan profesional di balik layar.
"Kita semua tahu bahwa Valentino, di balik layar, sangat serius. Tapi di depan publik, dia adalah showman sejati," ujar Doohan.
Doohan menambahkan bahwa latar belakang Rossi yang tumbuh di lingkungan balap, berkat ayahnya Graziano Rossi, membuatnya terbiasa dengan atmosfer balap sejak kecil. Ia membandingkannya dengan pengalamannya sendiri, di mana dunia MotoGP terasa asing pada awalnya.
Setelah Doohan pensiun karena kecelakaan pada tahun 1999, Valentino Rossi mendapat kesempatan bergabung dengan tim Honda. Rossi dengan cepat membuktikan kemampuannya.
Rossi meraih tiga gelar juara dunia kelas utama berturut-turut pada tahun 2001, 2002, dan 2003. Total tujuh gelar di kelas premier membuktikan bahwa di balik gaya santainya, Rossi adalah kompetitor tanpa kompromi.
Pengaruh Rossi juga terlihat pada generasi pembalap berikutnya. Neil Hodgson, mantan pembalap dan analis, melihat kemiripan karakter Rossi dalam diri rising star MotoGP, Pedro Acosta.
Agresivitas dan mentalitas bertarung Acosta mengingatkan pada Rossi muda. Keduanya memiliki hubungan baik, dan Rossi sempat berupaya membawa Acosta ke timnya. Namun, Acosta dikabarkan akan bergabung dengan Ducati pada MotoGP 2027.
Jika kabar tersebut benar, MotoGP mungkin akan menyaksikan sosok dengan aura The Doctor versi modern.