Milan Tergelincir di Kandang, Kalah 0-3 dari Udinese di San Siro

AC Milan menelan kekalahan telak 0-3 dari Udinese di San Siro pada Sabtu, 11 April 2026, memupuskan harapan scudetto dan terancam zona Liga Champions.

AC Milan menghadapi kekalahan mengejutkan 0-3 saat menjamu Udinese di San Siro dalam lanjutan laga pekan ke-32 Serie A pada Sabtu, 11 April 2026 malam WIB. Hasil pahit ini tidak hanya mengakhiri harapan Milan dalam perburuan Scudetto musim ini, tetapi juga membuat posisi mereka di zona Liga Champions terancam, seperti dilansir dari Bola.

Kekalahan ini memperpanjang tren negatif Milan dengan tiga kekalahan dari enam pertandingan terakhir, meski dalam setahun terakhir mereka belum pernah kalah beruntun di Serie A. Sorakan kekecewaan menggema dari para suporter di San Siro setelah pertandingan berakhir.

Pertandingan tersebut menampilkan dominasi Udinese yang efektif memanfaatkan serangan balik. Gol pertama Udinese terjadi melalui bunuh diri pemain muda Milan, Davide Bartesaghi, setelah umpan Arthur Atta membentur kakinya. Gol ini bermula dari serangan balik cepat yang digagas Nicolo Zaniolo dari lini pertahanan sendiri.

Zaniolo kembali menjadi aktor penting dalam gol kedua Udinese pada menit ke-37, dengan memberikan umpan silang akurat dari sisi kanan yang berhasil disundul oleh Jurgen Ekkelenkamp. Sebelumnya, Milan sempat terancam dengan upaya Keinan Davis yang membentur mistar gawang serta penyelamatan Bartesaghi di garis gawang.

Babak pertama berakhir dengan skor 0-2 untuk Udinese, diiringi siulan kekecewaan dari penonton. Harapan Milan untuk bangkit di babak kedua semakin menipis ketika Atta mencetak gol ketiga Udinese pada menit ke-71, mengunci kemenangan telak bagi tim tamu.

Ancaman di Zona Liga Champions

Dengan kekalahan ini, AC Milan terpaut sembilan poin dari Inter Milan yang memuncaki klasemen. Fokus utama Milan kini bergeser untuk mengamankan satu tempat di empat besar, atau zona Liga Champions. Posisi mereka di urutan ketiga klasemen sementara belum sepenuhnya aman.

Tim-tim seperti Como (posisi 4), Juventus (posisi 5), dan AS Roma (posisi 6) terus mengintai di belakang, berpotensi merebut slot Liga Champions jika Milan kembali tergelincir. Performa lini belakang Udinese yang solid, hanya kebobolan satu gol dalam tiga pertandingan terakhir dan mencatat dua clean sheet, menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan mereka.

Performa Pemain dan Rekor Pertemuan

Salah satu pemain Milan yang tampil mengecewakan adalah Rafael Leao. Meskipun bermain sebagai penyerang, ia gagal menciptakan ancaman berarti ke gawang Udinese. Leao tercatat melepaskan delapan tembakan, di mana empat di antaranya diblok dan empat lainnya tidak tepat sasaran. Ia bahkan mendapat kartu kuning karena memprotes wasit dan disoraki suporter saat diganti pada menit ke-75.

Pemain bintang Amerika Serikat, Christian Pulisic, juga ditarik keluar pada menit ke-72 setelah tidak menunjukkan dampak signifikan. Kekalahan ini merupakan pukulan telak, mengingat Milan memiliki rekor bagus saat melawan Udinese, termasuk kemenangan 3-0 di kandang lawan pada pertemuan pertama musim ini dan selalu menang dalam empat pertemuan terakhir dengan agregat 11-2.

Namun, Udinese menunjukkan bahwa mereka bukanlah lawan yang mudah, terbukti hanya kalah empat kali dalam 10 lawatan terakhir ke San Siro di Serie A dalam satu dekade terakhir. Hasil imbang 0-0 melawan Como sebelum laga ini juga menunjukkan peningkatan kepercayaan diri Udinese yang kini mengincar finis di 10 besar klasemen dengan 40 poin.

Susunan Pemain

AC Milan (3-5-2): Mike Maignan; Fikayo Tomori, Koni De Winter, Strahinja Pavlovic; Alexis Saelemaekers, Youssouf Fofana, Luka Modric, Adrien Rabiot, Davide Bartesaghi; Niclas Fullkrug, Christopher Nkunku.

Udinese (3-5-2): Maduka Okoye; Thomas Kristensen, Christian Kabasele, Oumar Solet; Kingsley Ehizibue, Oier Zarraga, Jesper Karlstrom, Arthur Atta, Hassane Kamara; Nicolo Zaniolo, Jakub Piotrowski.

Recommended