MilkLife Soccer Challenge (MLSC), program yang berfokus pada pengembangan sepak bola putri di Indonesia, berhasil meraih penghargaan bergengsi. Program yang diinisiasi oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife ini dinobatkan sebagai PT Freeport Indonesia Grassroots Development Program of the Year dalam ajang PSSI Awards 2026, yang digelar pada Sabtu (28/3/2026) di Jakarta, dilansir dari Bola.
Apresiasi ini menjadi dorongan kuat bagi MLSC untuk terus memotivasi anak-anak usia dini agar mencintai dan berprestasi di kancah sepak bola putri nasional. Ketua PSSI, Erick Thohir, menyampaikan bahwa ajang penghargaan ini didedikasikan untuk mengapresiasi semua pihak yang berkontribusi, mulai dari pemain, wasit, Asprov PSSI, hingga sponsor dan komunitas yang bekerja dari level akar rumput hingga prestasi.
Erick Thohir juga menambahkan bahwa PSSI Awards hadir dengan semangat yang lebih hangat dan membumi. Hal ini bertujuan untuk memberikan penghargaan kepada semua pihak yang selama ini menjaga mimpi sepak bola Indonesia tetap hidup dan berkembang.
Penghargaan yang diterima oleh Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, didedikasikan secara khusus. Apresiasi ini dipersembahkan untuk mendiang Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono, yang secara serius membangun fondasi pembinaan olahraga melalui Djarum Foundation.
Teddy Tjahjono menegaskan bahwa penghargaan ini juga menjadi suntikan motivasi bagi timnya. Ia berharap MLSC dapat terus berkembang menjadi lokomotif utama yang memperkuat ekosistem sepak bola putri di Indonesia, serta menjangkau lebih banyak talenta usia dini yang potensial menjadi pesepak bola profesional dan memperkuat tim nasional di masa mendatang.
Perluasan Jangkauan dan Peningkatan Peserta
Program MilkLife Soccer Challenge, yang dimulai pada tahun 2023 di Kudus, Jawa Tengah, kini telah menjangkau 12 kota di Indonesia. Kota-kota tersebut meliputi Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bandung, Semarang, Kudus, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Samarinda, dan Banjarmasin. Di setiap kota, kompetisi diadakan dua kali dalam setahun.
Jumlah peserta MLSC menunjukkan tren peningkatan yang signifikan di setiap seri. Pada Seri 1 tahun 2024, tercatat 5.163 peserta. Angka ini melonjak menjadi 10.051 siswi pada Seri 2 tahun 2024. Peningkatan terus berlanjut pada MLSC Seri 1 2025/2026 dengan 17.492 peserta. Secara keseluruhan, MLSC telah diikuti oleh 32.706 calon pesepak bola putri sejak awal penyelenggaraan.
Didit Sulistio, Kepala Sekolah SDN Klepu 03 Semarang, menyampaikan apresiasi atas konsistensi dan keberlanjutan MilkLife Soccer Challenge. Ia menyoroti keberhasilan tim SDN Klepu 03 Semarang yang meraih gelar juara empat seri beruntun pada KU 10, dari Seri 2 2024 hingga Seri 2 2025/2026.
Menurut Didit, turnamen untuk KU 8, KU 10, dan KU 12 ini mendorong anak didiknya lebih giat berolahraga, meningkatkan kesehatan, serta mengembangkan kemampuan kognitif mereka. Penghargaan yang diterima MLSC, menurut Didit, menunjukkan bahwa program pembinaan sepak bola usia dini mulai mendapatkan perhatian serius dan bergerak ke arah yang tepat, menjadi pondasi kuat bagi kemajuan sepak bola Indonesia.
Dampak Positif bagi Talenta Muda
Albianca Raula, salah satu jebolan MilkLife Soccer Challenge yang merupakan siswi SDN Kebagusan 03 Jakarta, mengungkapkan bahwa turnamen ini sangat membantu mewujudkan mimpinya menjadi pesepak bola putri profesional. Menurutnya, MLSC tidak hanya menyediakan kompetisi 7 lawan 7, tetapi juga berbagai rangkaian seperti Skill Challenge, MilkLife Soccer Extra Training, dan MilkLife Soccer Challenge All-Stars yang mengasah kualitas teknik dan mentalnya.
“MLSC sangat membantu saya untuk menekuni sepak bola, hingga saya sempat masuk seleksi Timnas Indonesia Putri untuk Piala AFF U-16. Bagi pesepak bola putri belia seperti saya jadi memiliki wadah sehingga kami terus termotivasi untuk menggapai mimpi. Karena tidak hanya berhenti di MLSC saja, tapi turnamen berjenjang seperti Piala Pertiwi dan Hydroplus Soccer League,” ujar Albianca.
Senada dengan Albianca, Ika Wonda, jebolan MLSC Solo dari SD Kristen Manahan, merasakan manfaat besar dari turnamen ini. Ia bahkan berkesempatan merasakan ketatnya pertandingan internasional pada JSSL Singapore 7’s 2025, yang membawa timnya meraih gelar runner-up. Ika berharap MLSC dapat terus menyebarkan kecintaan terhadap sepak bola dan menemukan lebih banyak bibit potensial pesepak bola Tanah Air.
Ika Wonda menyatakan kebanggaannya atas penghargaan yang diraih MilkLife Soccer Challenge. “Saya ikut bangga karena MilkLife Soccer Challenge berhasil meraih Grassroots Development Program of The Year dalam acara PSSI Awards 2026, karena saya sendiri merasakan banyak sekali pengalaman berharga yang saya rasakan dari kali pertama mengikuti turnamen ini. Dan semoga semakin banyak calon srikandi muda sepak bola yang berpartisipasi di MilkLife Soccer Challenge dan skuad Merah Putih mendatang bisa masuk Piala Dunia Wanita,” kata Ika.
Jadwal Tersisa Musim Ini
Selain format 7 lawan 7 untuk KU 10 dan KU 12, MilkLife Soccer Challenge 2025–2026 juga menyelenggarakan Festival SenengSoccer untuk KU 8. Skill Challenge juga hadir sebagai sarana pengenalan dan pengembangan kemampuan dasar sepak bola sejak usia dini. Setelah dua seri rampung di seluruh kota, program ini akan ditutup dengan MilkLife Soccer Challenge All-Stars.
Ajang All-Stars akan mempertemukan talenta terbaik dari setiap kota yang telah dikurasi sepanjang turnamen, dengan pelatihan intensif melalui MilkLife Soccer Extra Training. Terdapat perubahan format pertandingan di MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2025/2026, yang sebelumnya 7 lawan 7 kini menjadi 9 lawan 9.
MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2025/2026 dijadwalkan berlangsung pada bulan Juni 2026 di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, di mana perwakilan kota akan memperebutkan podium juara. Sementara itu, MilkLife Soccer Challenge Seri 2 2025/2026 akan berlanjut mulai April 2026 dengan jadwal sebagai berikut:
- Samarinda: 23 – 26 April 2026
- Bekasi: 28 April – 3 Mei 2026
- Banjarmasin: 30 April – 3 Mei 2026
- Kudus: 12 – 17 Mei 2026
- Surabaya: 12 – 17 Mei 2026
- Malang: 21 – 24 Mei 2026